MANADO, (28/07) — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara terus menancapkan eksistensinya sebagai institusi penegak hukum yang tidak hanya tajam dalam aspek yudisial, tetapi juga proaktif dalam pembinaan elemen masyarakat. Berada di bawah komando Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., didampingi oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, Dr. H. Ferrytas, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembijo, Kejati Sulut melakukan serangkaian konsolidasi strategis lintas sektoral di Markas Kejati Sulut, Selasa (28/7/2026).
Langkah progresif ini mengemuka saat pucuk pimpinan Kejati Sulut tersebut menyambut kedatangan delegasi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Diskusi komprehensif ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Boltim Syamsuddin Dama, yang turut didampingi Wakil Ketua Medi Lensun dan Kevin.

Dialog strategis antara otoritas penegak hukum dan parlemen daerah ini membedah berbagai diskursus esensial. Fokus utamanya mencakup eskalasi penegakan hukum, skema perbaikan governance (tata kelola) di sektor pertambangan, hingga edukasi preventif guna memitigasi potensi Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di wilayah Boltim. Dalam arahannya, Kajati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy memberikan pencerahan hukum yang komprehensif. Beliau menegaskan bahwa transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum di sektor ekstraktif merupakan instrumen absolut guna mencegah terjadinya kebocoran perekonomian negara maupun kerugian di tingkat daerah.
Tidak sebatas pada instrumen penindakan hukum dan good corporate governance, komitmen institusional Kejati Sulut juga merambah pada spektrum pembinaan karakter bangsa (character building). Sejalan dengan agenda supremasi hukum tersebut, kepemimpinan Jacob Hendrik Pattipeilohy turut merangkul elemen olahraga dengan menerima kedatangan jajaran Pengurus Karate-Do Gojukai Komisariat Daerah (Komda) Sulawesi Utara.

Hadir dalam konsolidasi strategis tersebut para dedengkot Gojukai Sulut, di antaranya Josis Ulrich Ngantung selaku Ketua Dewan Guru, DR. Rootje R. H. Rumende, S.Si., M.Kes., QRMP., sebagai Sekretaris Umum, serta Gogen Ngantung, S.E., di posisi Wakil Sekretaris. Turut mendampingi pula Theo Mewengkang dari Bidang Litbang, Anggota Dewan Guru Daniel Karundeng, dan Rocky Ngangung, S.Pd., M.A.P., yang membawahi Bidang Pertandingan.

Menariknya, sebelum beraudiensi secara komprehensif dengan Kajati—yang juga memegang mandat sebagai Ketua Komda Gojukai Sulut—para pengurus terlebih dahulu merapatkan barisan di ruang kerja Wakajati Dr. H. Ferrytas. Pertemuan pra-audiensi ini dimanfaatkan untuk menyerap arahan teknis serta mengkonsolidasikan langkah-langkah keorganisasian secara lebih terukur.
Konsolidasi bersama Komda Gojukai ini menjadi titik tolak krusial bagi akselerasi pelantikan susunan pengurus baru. Lebih substansial lagi, pertemuan ini mematangkan orkestrasi perhelatan akbar bela diri, yakni Kejuaraan Daerah (Kejurda) Kajati Cup dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Jaksa Agung (JA) Cup ke-5 yang diproyeksikan bakal bergulir pada penghujung September 2026.
Terkait pemantapan agenda besar tersebut, Wakajati Sulut memberikan penekanan khusus kepada jajaran pengurus agar bergerak cepat, terstruktur, dan selaras dengan visi pimpinan tinggi Kejaksaan.
“Sebagai bagian dari pimpinan, tugas saya adalah mengawal dan memastikan seluruh arahan strategis dari Bapak Kajati Sulut, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., selaku Ketua Komda Gojukai, dapat tereksekusi dengan presisi di lapangan. Beliau menaruh atensi penuh agar konsolidasi internal pengurus segera dirampungkan,” tegas Wakajati Dr. H. Ferrytas, Dt. Toembijo.
“Tidak ada waktu untuk bersantai. Kita harus memastikan orkestrasi persiapan Kejurda dan Kejurnas ini terkelola secara profesional dan berintegritas. Suksesnya agenda ini adalah representasi dari marwah institusi Kejaksaan sekaligus kebanggaan bagi dunia olahraga di Sulawesi Utara,” imbuh pria yang akrab dengan sapaan Dt. Toembijo tersebut.
Rangkaian agenda strategis ini secara nyata merepresentasikan wajah Kejaksaan modern di bawah nakhoda Jacob Hendrik Pattipeilohy. Sebuah instansi yang tak pelak berwibawa dalam aspek law enforcement, namun tetap hadir secara inklusif dan membumi sebagai katalisator pembinaan masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.