MANADO, (06/07) — Mengawali ritme kerja di pekan pertama bulan Juli, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara kembali menggelar rutinitas apel pagi pada Senin (6/7/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) di Lapangan Upacara Kantor Kejati Sulut, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) H. Ferry Tass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, memimpin jalannya apel seraya meneruskan lima poin arahan fundamental dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H.
Di hadapan seluruh jajaran korps Adhyaksa, Ferrytass ., Dt. Toembidjo menegaskan posisinya sebagai perpanjangan tangan pimpinan untuk mengartikulasikan visi strategis Bapak Kajati. Ia mengingatkan bahwa kelima postulat dari pucuk pimpinan tersebut adalah pedoman kerja yang wajib dieksekusi secara utuh oleh setiap personel tanpa terkecuali.

Menjabarkan petunjuk tegas Bapak Kajati, Wakajati membuka arahannya dengan (1) urgensi kedisiplinan personal sebagai fondasi utama bagi setiap insan kejaksaan. Selanjutnya, ia meneruskan instruksi pimpinan terkait (2) eskalasi kewaspadaan dan prinsip kehati-hatian dalam penanganan perkara, baik pada ranah Pidana Khusus (Pidsus) maupun Pidana Umum (Pidum), termasuk jajaran Intelijen dan Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Sesuai arahan Kajati, seluruh jajaran dituntut cermat menjadikan dinamika penanganan perkara di Kejaksaan Agung sebagai barometer pembelajaran, guna memastikan setiap langkah penegakan hukum di Sulut senantiasa presisi dan berada tegak lurus di atas aturan perundang-undangan.
Lebih lanjut, Wakajati menyambung pesan Bapak Kajati agar seluruh aparatur (3) senantiasa mensyukuri eksistensi institusi Kejaksaan yang telah memberikan kemanfaatan luar biasa bagi karier maupun keluarga. Kepercayaan publik terhadap Kejaksaan yang kian masif sebagai Aparat Penegak Hukum (APH) yang tangguh harus dijawab dengan kinerja nyata: menunjukkan taring penegakan hukum yang tajam ke atas, namun tetap humanis ke bawah.
Memasuki poin krusial (4) terkait ekosistem kerja, Ferrytass., Dt. Toembidjo meneruskan stressing (penekanan) tegas dari Bapak Kajati yang melarang keras jajaran untuk bersantai atau berleha-leha di tengah rutinitas. Menyambung arahan tersebut, Wakajati mengajak seluruh peserta apel untuk bersyukur dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada figur Bapak Kajati Jacob Hendrik Pattipeilohy. Menurut Wakajati, Bapak Kajati telah sukses menciptakan lingkungan kerja yang sangat mengayomi, men-support penuh, dan memberikan kenyamanan bagi jajaran untuk berinovasi. Ia menegaskan, kenyamanan dari pimpinan ini harus dibalas dengan dedikasi dan produktivitas tinggi, bukan sebaliknya.
Sebagai pamungkas, pada poin (5) terkait harmonisasi kerja, Wakajati menegaskan instruksi mutlak Bapak Kajati untuk segera meruntuhkan ego sektoral antarbidang. Soliditas dan kekompakan adalah instrumen utama yang dituntut pimpinan demi mendongkrak performa institusional.
Menutup arahannya, H. Ferry Tass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo merangkum esensi loyalitas dan sinergitas tersebut dalam sebuah penegasan yang mencerminkan rasa hormat mendalam kepada kepemimpinan di Kejati Sulut:
“Seluruh poin krusial yang saya teruskan pada pagi hari ini adalah murni arahan, petunjuk, dan penekanan langsung dari Bapak Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., yang wajib kita pedomani dan laksanakan bersama. Sebagai jajaran, kita patut bersyukur dan berterima kasih karena memiliki sosok pimpinan seperti Bapak Kajati yang senantiasa mengayomi, men-support, dan memberikan rasa nyaman bagi kita dalam bekerja. Namun, mari kita camkan baik-baik instruksi tegas beliau: kenyamanan yang telah diberikan pimpinan ini jangan pernah dijadikan alasan untuk bersikap pragmatis, bersantai, apalagi berleha-leha! Justru kita harus merapatkan barisan, membuang jauh sekat ego sektoral, dan terus memacu produktivitas. Mari kita tunjukkan loyalitas kita dengan bekerja secara solid, kompak, dan berkinerja tinggi, agar Kejati Sulut selalu membanggakan dan diandalkan oleh masyarakat!”
Apel pagi yang berlangsung di bawah cerahnya langit Manado ini diakhiri dengan komitmen penuh seluruh personel Kejati Sulut untuk tegak lurus mengimplementasikan kelima direktif Bapak Kajati dalam setiap agenda penegakan hukum di Bumi Nyiur Melambai. (Redaksi)