TOMOHON, (03/09) — Di bawah naungan awan gemawan dan belaian sejuk bayu yang merengkuh pesona asri Taman Kelong, lekuk eksotis di kaki Gunung Lokon menjadi saksi bisu terhelatnya sebuah perjumpaan yang sarat akan makna luhur. Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) se-Sulawesi Utara kembali menenun benang kebersamaan melalui Pertemuan Konsultasi (PK), sebuah epos silaturahmi yang senantiasa mekar secara rutin dalam siklus setiap enam purnama.

Perhelatan ini mengalun layaknya simfoni yang mempertemukan pilar-pilar keanggunan, dihadiri oleh seluruh ibu-ibu IAD dari seantero jazirah nyiur melambai. Bukan sekadar perjumpaan yang berhias canda, dialektika kebersamaan ini turut dikawal oleh para pengawas setia, yakni jajaran Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) se-Sulawesi Utara yang mengukuhkan fondasi harmoni dan dukungan tak bertepi.

Semarak acara yang digelar dengan esensi persaudaraan tingkat tinggi ini menetas dari rahim mahakarya kolektif para arsitek penyelenggara. Panitia gabungan yang memanifestasikan kolaborasi paripurna ini lahir dari sinergi IAD Daerah Kepulauan, Sitaro, Talaud, Sangihe, Minahasa Utara (Minut), Minahasa Selatan (Minsel), hingga Kotamobagu. Ekspedisi semangat dari pesisir kepulauan hingga daratan tinggi merajut asa dalam satu helaan napas perjuangan yang senada.

Keagungan perhelatan ini kian memancarkan pendar wibawanya dengan kehadiran dua sosok pilar penyangga penegakan hukum, yakni Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., dan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo. Kehadiran para pimpinan ini menyemai resonansi moral, memercikkan petuah yang terpatri kuat di relung sanubari, serta menebarkan ekuilibrium antara ketegasan hukum dan kelembutan cinta kasih keluarga.
Pertemuan Konsultasi ini menjelma menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial birokrasi; ia adalah oase penyejuk di tengah dinamika dedikasi tanpa batas. Di sanalah, di atas hamparan sejuk Taman Kelong, IAD se-Sulawesi Utara mengukir komitmen untuk terus menyelaraskan langkah, merawat empati, dan menjadi sayap pelindung yang tak kenal lelah demi tegaknya panji keadilan Adhyaksa di bumi pertiwi.
