MANADO (03/10) — Malam akhir pekan di Bumi Nyiur Melambai terasa begitu istimewa bagi komunitas diaspora Minangkabau di Sulawesi Utara. Suasana hangat nan kekeluargaan mewarnai momen silaturahmi bertajuk “Malapeh Taragak” (melepas rindu) yang berlangsung meriah namun santai di Caffe Luchaa, Manado.
Mengakar pada petuah luhur “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” serta keteguhan memegang teguh filosofi “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandikan Kitabullah“, pertemuan ini menjadi oase penyejuk bagi para perantau untuk merawat tali persaudaraan di tanah rantau.

Kehadiran Dr. Ferrytass, Dt. Toembidjo turut menambah kehangatan malam silaturahmi tersebut. Sosok yang kini mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara ini tampak membaur akrab di tengah dunsanak (saudara) seperantauan.
Kapasitas beliau tidak sekadar sebagai figur pejabat publik, melainkan juga sebagai seorang Niniak Mamak atau Penghulu Adat yang rekam jejaknya sangat lekat dengan denyut nadi organisasi perantau Minang.
Dedikasi beliau tercermin dari berbagai posisi strategis yang diembannya, seperti Dewan Pakar DPP IKM, Dewan Pembina IKM Sapayuang Sulawesi Selatan, hingga Dewan Komite Etik & Pengawasan Ikatan Saudagar Minangkabau Sapayuang Sulawesi (IKASMIN-SS).

Malam keakraban yang sarat akan canda tawa ini digelar di Caffe Luchaa, sebuah ruang bincang nyaman yang dikelola oleh Uda Arvan, yang juga merupakan bagian dari keluarga besar perantau Minang. Tempat ini menjadi saksi bisu pertemuan harmonis yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat Minangkabau di Manado.
Silaturahmi ini turut dihadiri oleh dua pilar besar organisasi perantau di Kota Manado, yakni DPD IKM Manado dan Bundo Kanduang Tuah Sakato Manado. Tampak hadir formasi lengkap dari jajaran pengurus DPD IKM Manado, mulai dari Ketua Alex Ade Noviardy, Sekjen Dedy Afdal, Boy Sikumbang, P’Kumis, Azmi, hingga Pendy.
Dari jajaran tokoh masyarakat dan Bundo Kanduang, hadir melengkapi kebahagiaan malam itu: Bapak H. Asri Djabar, Uda Arvan selaku pemilik usaha, Rudy Mandagi, Yessi, Upik Narai, Budi Chaniago, Karman, Zainar Asri, dan Fatim Budi. Menariknya, pesona silaturahmi ini juga dihadiri oleh pimpinan instansi ternama di Manado, di antaranya Kepala Cabang Utama (KCU) Pos Manado, Bapak Djamil, serta Kepala Balai Cipta Karya Manado, Bapak Reza.

Suasana makin syahdu saat beliau menyumbangkan suara lewat alunan lagu ‘Jangan Salah Menilai’.
Seluruh elemen yang hadir larut dalam perbincangan hangat, saling bertukar kabar, dan bernostalgia. Pertemuan di malam minggu ini bukan sekadar rutinitas akhir pekan, melainkan wujud nyata keindahan ukhuwah para perantau.
Sebuah potret membanggakan yang membuktikan bahwa sejauh apapun langkah kaki merantau, ikatan emosional, persaudaraan, dan keluhuran budaya Minangkabau akan selalu menjadi simpul pemersatu yang kuat dan menyejukkan.
