Manado (31/05) – Gemuruh mesin burung besi yang membawa Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, H. Ferry Taslim, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, menandai selesainya jeda kontemplatif beliau di Kota Daeng, Makassar. Begitu menapakkan kaki di hamparan aspal Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, kesiapan barisan dedikasi langsung menyambut melalui kehadiran driver dan ajudan yang sigap mengawal sang birokrat. Namun, sebelum langkah formalitas kedinasan kembali berderap menuju rumah dinas, ada satu panggilan primordial yang tak kuasa ditampik oleh sang penegak hukum: panggilan rasa.
Sebagai seorang figur yang lahir dan mengakar kuat dari rahim kebudayaan Minangkabau, Ferrytass memanggul identitas luhur yang tak lekang oleh waktu. Beliau adalah seorang Niniak Mamak / Penghulu Adat yang menyandang gelar Dt. Toembidjo. Maka tak heran, meski melanglang buana mengemban amanah negara, kompas gustatori dan selera lidah beliau tetap setia berkiblat pada otentisitas kuliner Minang. Kesetiaan seorang putra asli Minangkabau terhadap takdir rempah tanah kelahirannya adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa digantikan oleh kuliner mana pun.
“Sejauh mana pun kaki melangkah menapaki bumi pengabdian, selera lidah seorang Minangkabau sejati akan selalu pulang ke rumah rempah leluhurnya.”
Manifestasi kerinduan kultural tersebut mewujud nyata saat rombongan memutuskan singgah di sebuah Rumah Makan Padang legendaris yang bertengger di jantung Kota Manado. Di ruang rasa inilah, sang Wakajati seolah merajut kembali jalinan batin dengan tanah leluhurnya. Kepulan uap nasi hangat yang berpadu dengan simfoni bumbu rendang yang pekat, serta luluhan gulai kaya rempah, menjadi penawar dahaga yang paripurna bagi lidah seorang Niniak Mamak.
Jamuan ini bukan lagi sekadar pemenuh kebutuhan biologis usai perjalanan udara yang melelahkan, melainkan sebuah ritus penyegaran jiwa lewat keaslian rasa yang sarat nostalgia. Di tengah modernitas Manado, keaslian cita rasa nasi Padang tersebut mengembalikan energi kultural yang murni bagi beliau.
Dengan selera yang telah terpuaskan oleh kehangatan cita rasa Nusantara yang legendaris, sang pemegang tongkat komando hukum ini siap melangkah mantap. Transformasi energi dari kelezatan kuliner tanah kelahiran dan kebanggaan kultural tersebut kini melebur menjadi spirit baru untuk kembali mengawal keadilan di Bumi Nyiur Melambai.