BOLAANG MONGONDOW (09/06) — Menegaskan peran aktif Korps Adhyaksa dalam mengawal akselerasi Program Strategis Nasional, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulawesi Utara, H. Ferry Tass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, melakukan peninjauan langsung (on-site monitoring) pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu satuan pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow. Kegiatan krusial yang berlangsung pada Selasa pagi (09/06/2026) ini dilaksanakan sebagai pembuka rangkaian perjalanan dinas terpadu pimpinan Kejati Sulut, sebelum berlanjut menghadiri forum konstitusional DPD ABPEDNAS Sulawesi Utara.

Dalam peninjauan tersebut, Wakajati Sulut didampingi secara ketat oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, serta Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow, Tonny Tumbelaka. Sinergitas tripartit antara jajaran penegak hukum, eksekutif, dan legislatif ini mencerminkan komitmen kolektif guna memastikan pemenuhan hak nutrisi generasi muda terlaksana tanpa adanya deviasi administratif maupun operasional di wilayah hukum setempat.

Berdasarkan hasil pantauan dan verifikasi faktual di lapangan, pemenuhan standar gizi, higienitas, hingga mekanisme distribusi menu MBG di wilayah tersebut dinilai telah berjalan secara optimal dan sepenuhnya linier dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Suasana peninjauan berlangsung hangat ketika Ferrytass., Dt. Toembidjo menyempatkan diri berinteraksi langsung serta membuka ruang tanya jawab interaktif dengan para siswa guna menyerap impresi mereka secara objektif.
“Investasi terbesar bangsa ini terletak pada kualitas sumber daya manusianya. Melalui pemantauan pagi ini bersama Pak Bupati dan Ketua DPRD, kita menyaksikan bahwa implementasi Makan Bergizi Gratis di Bolaang Mongondow telah mengedepankan SOP yang sangat rigid, baik dari aspek higienitas maupun ketepatan sasaran. Ini adalah bentuk pengejawantahan dari arahan Bapak Kajati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy untuk memastikan program strategis negara bersih dari potensi penyimpangan sejak hulu hingga hilir,” ujar Ferrytass antusias usai berdialog dengan para murid.

Melalui momentum tanya jawab tersebut, Wakajati turut menyuntikkan motivasi kebangsaan dan edukasi hukum dasar secara inklusif kepada para siswa. Keberhasilan mitigasi preventif dalam program MBG ini menjadi preseden positif bagi Kejati Sulut dalam mengawal dinamika pembangunan daerah berbasis pemenuhan kesejahteraan sosial, sebelum rombongan bertolak menuju lokasi agenda kenegaraan berikutnya.