Manado (01/05) — Kunjungan kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, ke Provinsi Sulawesi Utara pada Jumat (1/5/2026) berlangsung dinamis dan penuh substansi strategis, sebagai bagian dari penguatan fondasi kedaulatan pangan nasional menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Mengawali agenda sejak pagi hari, Menteri Pertanian bertolak dari Makassar dan tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado sekitar pukul 07.30 WITA. Setelah transit singkat di ruang VIP, rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju Desa Bengkol, Kecamatan Mapanget, untuk meninjau kebun bibit kelapa milik CV. Angin Utara.

Peninjauan tersebut menjadi titik krusial dalam mendorong akselerasi sektor perkebunan, khususnya melalui penguatan kualitas bibit unggul sebagai pilar utama peningkatan produktivitas dan daya saing pertanian di kawasan timur Indonesia.

Dalam agenda strategis ini, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Ferrytass., Dt. Toembidjo, hadir mewakili Kajati Sulut sebagai manifestasi komitmen institusi Kejaksaan dalam mendukung dan mengawal program prioritas nasional.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, di antaranya Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., perwakilan Polda Sulawesi Utara, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P., Wali Kota Manado, serta jajaran Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Kehadiran lintas sektor tersebut merefleksikan harmoni kolaboratif dalam mengakselerasi pembangunan pertanian yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam keterangannya, Wakajati Sulut Ferrytass., Dt. Toembidjo menegaskan bahwa kehadirannya membawa arahan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H.

“Arahan Bapak Kajati Sulut, Bapak Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., menegaskan bahwa Kejaksaan memiliki komitmen kuat untuk mendukung dan mengawal setiap program strategis nasional, termasuk di sektor pertanian. Pengawalan ini menjadi esensial guna memastikan implementasi kebijakan berjalan secara akuntabel, transparan, dan tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ferrtass.

Rangkaian kunjungan kerja ini berlangsung secara efektif dan terukur, sebelum akhirnya Menteri Pertanian beserta rombongan kembali bertolak menuju Makassar melalui Bandara Sam Ratulangi pada pukul 10.00 WITA.

Kunjungan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam membangun sektor pertanian yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi di Provinsi Sulawesi Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *