MANADO (15/09) — Mewujudkan ekosistem kerja yang seimbang antara profesionalisme duniawi dan fondasi spiritualitas (fiddunya wal akhirah), Plt. Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, merangkai agenda strategis kedinasan dengan pencerahan iman pada Selasa (15/9/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan Rapat Staf Perdana bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) di Ruang Rapat Kejati Sulut. Pertemuan ini dihelat sebagai langkah konsolidatif untuk mengevaluasi secara komprehensif pelaksanaan tugas-tugas kedinasan, sekaligus menyelaraskan arah kebijakan operasional dari seluruh bidang agar lebih terukur ke depannya.

Dalam arahannya, Dr. Ferrytass., Dt. Toembidjo menitikberatkan pada urgensi penyatuan persepsi dan visi-misi kerja. Beliau secara terbuka menyampaikan harapan dan memohon dukungan penuh dari seluruh jajaran PJU guna mengakselerasi kinerja institusi.
“Penyepadanan langkah dan penyatuan persepsi adalah fondasi utama dalam membangun tata kelola penegakan hukum yang progresif. Saya berharap seluruh jajaran Pejabat Utama dapat memperkuat sinergi lintas bidang serta memberikan dukungan penuh demi membawa Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara ke arah yang jauh lebih baik, modern, dan tepercaya,” tegas Dr. Ferrytass.
Sejalan dengan visi mencetak aparatur penegak hukum yang berintegritas paripurna, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembinaan rohani bagi staf dan pegawai Kejati Sulut yang beragama Islam. Selepas pelaksanaan salat Zuhur berjemaah (ba’da zhuhur), para pegawai berkumpul di Musholla Attaubah untuk mengikuti agenda pengajian rutin dua mingguan.

Suasana religius nan khidmat terbangun saat kegiatan dibuka dengan lantunan pembacaan Asmaul Husna secara bersama-sama. Agenda kemudian dilanjutkan dengan tausiah agama yang dibawakan oleh Ustadz H. Abdul Rahman. Mengangkat tema esensial bertajuk “Salawat Nabi Menentramkan Jiwa Insani”, ceramah tersebut diharapkan menjadi oase penyejuk batin bagi para pegawai di tengah rutinitas penegakan hukum yang dinamis.

Melalui perpaduan agenda akselerasi kinerja dan siraman rohani ini, Kejati Sulut tidak hanya memproyeksikan transformasi pelayanan publik yang makin profesional, namun juga memastikan bahwa setiap insan Adhyaksa memiliki benteng moral dan keimanan yang kokoh dalam menjalankan amanah negara.
