Posted in

Apel Kerja Perdana Plt. Kajati Sulut: Ferry Tas Tekankan Penegakan Hukum Humanis dan ‘Open Management’

MANADO (14/09) — Estafet kepemimpinan di tubuh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara mulai berdetak dengan ritme baru. Tepat pada Senin (14/9/2026), Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, memimpin apel kerja perdananya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kejati Sulawesi Utara.

Berdiri di hadapan jajaran Korps Adhyaksa, sosok pimpinan baru ini menyampaikan tujuh orkestrasi arahan strategis. Pesan yang digaungkan tidak sekadar bersifat instruksional, melainkan merangkul seluruh elemen kejaksaan untuk bergerak dalam satu visi yang solid dan modern.

Eskalasi Kinerja dan Penegakan Hukum Humanis
Mengawali amanatnya, Dr. Ferrytass memberikan penekanan kuat pada urgensi peningkatan kinerja dan kedisiplinan kerja demi mewujudkan wajah Adhyaksa Sulawesi Utara yang semakin baik.

“Mari terus bersinergi dan berkolaborasi dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Muara dari seluruh tugas kita adalah penegakan hukum yang humanis dan berkeadilan,” tegas sosok yang kaya akan jam terbang di meja hijau tersebut.

Melanjutkan ‘Legacy’ Melalui Manajemen Modern
Dalam fase transisi ini, Plt. Kajati Sulut berkomitmen untuk merawat dan melanjutkan legacy atau warisan positif dari kepemimpinan sebelumnya. Pucuk pimpinan Kejati Sulut ini mengusung paradigma open management (manajemen terbuka) serta pendekatan manajemen orang dewasa yang diterapkan secara proporsional dan profesional.

Lebih lanjut, Dr. Ferrytas memastikan bahwa prinsip collective collegial (kolektif kolegial) dalam penyatuan setiap keputusan akan terus dilaksanakan secara berimbang. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil institusi telah melalui telaah yang komprehensif.

Iklim kerja yang sehat dan transparan turut menjadi sorotan utama dalam apel perdana tersebut. Sang Plt. Kajati membuka ruang komunikasi seluas-luasnya, meminta jajaran Kejati Sulut untuk tidak ragu menyampaikan informasi sekecil apa pun. Pelaporan tersebut dapat dilakukan secara berjenjang maupun langsung kepada pimpinan agar dapat ditindaklanjuti secara arif dan bijaksana.

Bahkan, ruang untuk menyampaikan ide, saran, maupun kritik yang konstruktif dibuka lebar demi kebaikan dan kemajuan bersama.

Menutup amanatnya, Dr. Ferrytass., Dt. Toembidjo memberikan peringatan tegas terkait tantangan era kiwari, yakni interaksi di dunia maya. Seluruh insan Adhyaksa diinstruksikan untuk lebih bijak bermedia sosial. Menjaga muruah institusi, kehormatan diri, serta nama baik keluarga dari perbuatan-perbuatan yang berpotensi memantik sentimen atau tren negatif di mata publik adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

Apel perdana ini sekaligus menjadi momentum penyatuan frekuensi. Di bawah komando Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, Korps Adhyaksa Sulawesi Utara siap melangkah menjadi institusi yang semakin solid, humanis, dan responsif terhadap dinamika keadilan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *