Posted in

Menuju Senja Penutupan GOR Ciracas: Tembus Top Ten Nasional, Tim Adhyaksa Sulut di Bawah Official Dr. Ferrytass., Dt. Toembidjo Kunci 14 Medali

JAKARTA (27/08) — Panggung tatami Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Antardojo Gojukai Jaksa Agung Cup III di GOR Ciracas, Jakarta Timur, resmi melabuhkan jangkarnya pada Kamis (27/8/2026). Di hari penutupan yang sarat akan resonansi semangat juang ini, Tim Adhyaksa Sulut menorehkan tinta emas dalam lembaran sejarah perkaratean Nusantara.

Mengusung filosofi Go (keras) dan Ju (lembut), kontingen asal bumi Nyiur Melambai ini pulang dengan kepala tegak. Di bawah orkestrasi strategis sang Manajer Tim, Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, 15 kesatria yang diturunkan ke medan laga sukses memanifestasikan letupan Kime (fokus tenaga) menjadi sebuah pencapaian yang nyaris absolut.

Kejayaan Tim Adhyaksa Sulut di pentas nasional ini merupakan buah dari kepemimpinan yang bervisi luhur serta fondasi kepelatihan yang kokoh. Sebagai manajer, Dr. Ferrytass., Dt. Toembidjo memandu barisan senapati yang bertugas menjaga kemurnian teknik dan mental para petarung.

Garda kepelatihan dipimpin langsung oleh Josis U. Ngantung selaku Ketua Dewan Guru sekaligus Pelatih Kepala, didampingi oleh pelatih Nolvie Ngantung dan Citra Montolalu yang secara spartan merangkap tugas sebagai atlet di atas tatami. Untuk memastikan tegaknya marwah keadilan dan objektivitas, tim ini turut mengawal jalannya kejuaraan dengan mengirimkan tiga Wasit/Juri berlisensi: Steven Muaya, Fedinan Mangudap, dan Samuel Roeroe.

Lebih dari sekadar adu fisik, pencapaian epik kontingen Sulut disempurnakan oleh hadirnya elemen Ju (kelembutan) yang hakiki. Narasi perjuangan ini diwarnai oleh dedikasi tanpa pamrih tiga sosok ibu tangguh.

Ketiga ibunda tersebut tidak hanya mengarungi jarak untuk mendampingi putra-putri mereka berlaga, tetapi juga menjelma sebagai jantung pertahanan di luar arena dengan menjadi juru masak tim. Asupan nutrisi yang diramu dengan kasih sayang dan doa yang dilangitkan dari tangan merekalah yang menjadi penopang utama daya tahan (Zanshin) para atlet menghadapi kerasnya kompetisi.

Pertandingan sejatinya belum usai secara paripurna. Masih terdapat beberapa partai final krusial yang akan menjadi penentu pamungkas hingga tirai kejuaraan resmi ditutup sore nanti. Namun, dari total 15 atlet yang berlaga, Tim Adhyaksa Sulut telah mengamankan 14 medali, menyisakan rasio kemenangan yang mencengangkan.

Atas prestasi dan posisi Top Ten sementara ini, Dr. H. Ferrytass., Dt. Toembidjo memberikan pandangannya, menjaga nyala semangat pasukannya yang masih bersiap di medan laga:

“Merengkuh 14 medali dari total 15 kesatria yang kita turunkan, dan sukses menembus jajaran ‘Top Ten’ nasional untuk sementara waktu, adalah manifestasi paripurna dari harmoni jiwa petarung Tim Adhyaksa Sulut. Di atas tatami ini, anak-anak kita tidak hanya memamerkan letupan teknik, tetapi mengukuhkan marwah Bushido yang sejati,” tegas Dr. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo.

“Palagan ini belum usai. Masih ada partai final yang menanti hingga pukul 16.30 WIB nanti. Pencapaian ini adalah buah dari tetesan peluh para pelatih, integritas wasit kita, dan pastinya, doa tulus dari para ibunda. Apapun hasil final nanti, medali-medali ini telah menjadi prasasti abadi bagi bumi Nyiur Melambai.”

Rincian Panen Medali Kesatria Adhyaksa Sulut

Total koleksi 14 medali yang diboyong mencakup 2 Emas, 4 Perak, dan 8 Perunggu. Berikut adalah deretan nama petarung yang sukses mengharumkan nama Sulawesi Utara di GOR Ciracas:

Medali Emas (Puncak Kejayaan):
– Rifelo Tumembouw
– Heaven Kawet
Medali Perak (Torehan Kegigihan):
– Kendy Bororing
– Tesalonika Simboh
– Made Kenzo Engelbert
– Jeniver (Missy) Muaya
Medali Perunggu (Pijar Semangat Pantang Menyerah):
– Elrica Mosal
– Tesalonika Simboh
– Jeniver (Missy) Muaya
– Aurenvilly Lolowang
– Arcelia Halim
– Ricky Pangkey
Kata Beregu Putri Senior (Citra Montolalu, Tessalonika Simboh, Aurenvilly Lolowang) dan Kata Beregu Putri Pemula (Ainixie Humbas, Akhyla Karundeng, Mikayla Gosal)

Seiring dengan berkumandangnya salam penutup Osu! di seantero GOR Ciracas, Tim Adhyaksa Sulut melangkah pulang bukan hanya dengan kalungan medali, melainkan dengan kehormatan dan kebanggaan yang akan terus beresonansi di kancah Karatedo Gojukai Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *