Dari JPU Perkara Abu Bakar Ba’asyir hingga Plt. Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara
Newsferrytass.com — Waktu sering kali menjadi lumbung arsip paling jujur dalam merekam jejak langkah seorang penegak hukum. Lebih dari satu setengah dekade berlalu, sebuah fragmen visual dari ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kembali menyeruak ke ruang publik, menyingkap embrio kepemimpinan sosok yang kini menakhodai Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara: Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo.
Berasal dari unggahan kanal YouTube @jetmediacenter, rekaman bertanggal 25 April 2011 itu memutar kembali epos persidangan perkara tindak pidana terorisme kelas kakap. Di pusaran kasus yang menjerat Abu Bakar Ba’asyir tersebut, lensa kamera menangkap ketegasan Ferrytass, kala itu bertindak selaku bagian dari Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), tengah membedah fakta hukum dan melontarkan cecaran interogatif yang tajam langsung kepada terdakwa.
Perkara dugaan pembiayaan kamp pelatihan militer di Aceh tersebut bukanlah peradilan biasa; ia adalah palagan hukum yang menyedot atensi nasional. Tergabung dalam tim elite JPU lintas satuan (Kejaksaan Agung, Kejati DKI Jakarta, dan Kejari Jakarta Selatan) di bawah komando Andi M. Taufik, S.H., insting hukum Ferrytass bersama kolega sukses mengonstruksi dakwaan yang presisi.
Kapasitas tim ini dalam menghadirkan serta menguji alat bukti di persidangan berujung pada vonis 15 tahun penjara bagi sang terdakwa pada 16 Juni 2011, setelah sebelumnya dituntut penjara seumur hidup.
Dari Garis Depan Menuju Kursi Kepemimpinan
Hari ini, menelisik kembali arsip visual tersebut bukan sekadar memantik pendar nostalgia, melainkan membaca sebuah kurva karier yang impresif. Sosok Ferrytass yang terekam di balik meja penuntut umum pada 2011 adalah representasi dari dedikasi murni di garis depan (frontline) peradilan.
Seiring berjalannya waktu, fase pengabdian itu bermetamorfosis. Kapasitasnya terus diuji dan ditempa, membawanya melintasi berbagai palung dinamika institusi Korps Adhyaksa.
Kemilau rekam jejak tersebut kini terakumulasi pada pundaknya. Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si dengan portofolio akademis yang mumpuni serta gelar kehormatan adat Dt. Toembidjo yang disandangnya, kini dipercaya institusi untuk mengemban mandat krusial sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.
Jabatan strategis ini jelas tidak lahir dari sebuah ruang hampa. Ia adalah kristalisasi dari jam terbang, integritas, serta ketangguhan dalam menangani rupa-rupa perkara bereskalasi tinggi di masa lampau.
Dari mimbar sidang PN Jakarta Selatan menuju kursi Pelaksana Tugas Kejati Sulawesi Utara, terdapat benang merah yang tak terputus: marwah pengabdian. Jejak digital itu kini berbicara lebih lantang dari sekadar dokumentasi lawas. Ia menjadi saksi bisu tentang bagaimana seorang penegak hukum bertumbuh bersama zaman, bertansformasi dari seorang jaksa yang tajam dan tak gentar di ruang sidang, menjadi seorang pemimpin yang visioner di ekosistem peradilan Indonesia masa kini.
Waktu berubah. Amanah berkembang. Namun, dedikasi seorang penegak hukum sejati tak pernah lekang.
