Posted in

Ancala Tomohon Menjadi Saksi: Gemerlap “Country Night” Adhyaksa Sulut Merajut Karsa dan Harmoni

TOMOHON, (21/08) – Di bawah naungan ancala (pegunungan) Tomohon yang diselimuti belai kabut dan dinginnya malam, sebuah lakon kebersamaan dirajut penuh pesona oleh keluarga besar Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. Bertempat di sanctuarium Villa Eusebeia, Woloan 1, Jumat malam (21/8), perhelatan “Country Night Adhyaksa Sulut Ceria Party” mekar menjadi manifestasi sukacita yang meluruhkan sekat-sekat hierarki.

Malam puncak dalam rangkaian Family Gathering yang membentang dari tanggal 21 hingga 22 Agustus 2026 ini disinari oleh kehadiran sang manggala (pemimpin) Dwitunggal Adhyaksa Sulut, yakni Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., didampingi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo. Kehadiran mereka menyatukan samudaya (seluruh) elemen, mulai dari para Asisten, Koordinator, Kepala Seksi, hingga segenap staf dan pegawai dalam cawan persaudaraan bertajuk Torang Samua Basudara.

Di tengah gelora malam yang dihangatkan tarian agni (api unggun) dan estetikanya busana bernuansa country, Kajati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy menegaskan esensi mendalam dari perayaan ini.

“Kegiatan ini merupakan sublimasi rasa syukur kita dalam membingkai semarak Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-81, sekaligus langkah khidmat dalam menyongsong Hari Lahir Kejaksaan pada 2 September mendatang. Di sinilah tempat kita menempa kembali benang-benang karsa, meneguhkan marwah, dan menyatukan tekad untuk terus mengabdi demi nusa dan bangsa,” tutur Jacob Hendrik Pattipeilohy dengan wibawa nan teduh.

Senada dengan hal tersebut, Wakajati Sulut Dr. Ferrytass, Dt. Toembidjo, menggarisbawahi pentingnya merawat swacitta (ketenangan jiwa) dan keakraban di balik pekatnya dinamika tugas penegakan hukum.

“Rutinitas dan beban kerja sering kali menguras energi raga serta pikiran. Melalui malam keakraban ini, kita melepaskan kepenatan sekaligus memupuk kekompakan yang nirmala (murni). Ketika formalitas sejenak dilebur, yang tersisa adalah simfoni persaudaraan yang menguatkan kita untuk melangkah lebih solid ke depan,” ujar Dt. Toembidjo.

Gelak tawa pun pecah membahana tatkala komika papan atas, Mongol, tampil dengan gaya khasnya.

Sentilan stand-up comedy yang renyah dan tajam menjadi penawar jenuh, memancarkan aura kegembiraan di wajah setiap insan Adhyaksa.

Dinamika malam kian bergelora saat setiap bidang mempersembahkan performance yang menyimbolkan keberagaman bakat dan soliditas internal.

Tatkala agni perlahan menyisakan bara dan gema melodi country meremang, malam pertama Family Gathering ini sukses memahat prasasti kenangan yang mendalam pada 21 Agustus. Sebuah prolog kebersamaan yang indah, sebelum samudaya keluarga besar Kejati Sulut menyambut rona fajar esok hari (22/8) untuk mengarungi rangkaian kegiatan team building dan olah raga di tanah Tomohon yang asri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *