Posted in

Limpahan Mandat Kajati: Wakajati Sulut Lantik Tiga Pejabat Eselon IV, Tekankan Integritas dan Kualitas Pelayanan Hukum

MANADO (23/07) — Regenerasi struktural dan akselerasi kinerja kembali bergulir di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. Pada Kamis (23/7/2026) pagi, bertempat di ruangan Puspenkum lantai 1 Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, memimpin jalannya Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan bagi tiga Pejabat Eselon IV.

Kehadiran Wakajati dalam prosesi sakral ini merupakan mandat dan limpahan tugas langsung dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., guna memastikan estafet kepemimpinan dan roda penegakan hukum di Bumi Nyiur Melambai tetap berjalan optimal.

Adapun suksesi kepemimpinan eselon IV tersebut mengukuhkan tiga figur strategis, yakni:

Amri Bayakta, S.H. yang diamanahkan sebagai Kepala Seksi Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi, dan Eksaminasi pada Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus.

Edwin Berlyfelix Tumundo, S.H., M.H. yang menempati pos Kepala Seksi Pengendalian Operasi pada Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus.

Joice Meyriane Eyvie Tasiam, S.H., M.H. yang resmi menjabat sebagai Kepala Seksi Perdata pada Asisten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Dalam sambutannya, Dr. Ferrytass menyampaikan arahan komprehensif dan pesan esensial dari Kajati Sulut, Jacob Hendrik Pattipeilohy. Ia menggarisbawahi bahwa penempatan jabatan ini bukanlah sekadar rutinitas birokrasi, melainkan manifestasi dari kepercayaan institusi yang harus diejawantahkan melalui dedikasi paripurna.

“Pelantikan pada hari ini merupakan amanah dan kepercayaan pimpinan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, integritas, dan loyalitas kepada institusi,” ujar Dr. Ferrytass saat membacakan instruksi tegas Kajati Sulut di hadapan para hadirin.

Lebih lanjut, pimpinan nomor dua di Kejati Sulut itu mendesak para pejabat yang baru dilantik untuk melakukan eskalasi adaptasi dan membangun kolaborasi yang solid. “Segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, pahami tugas dan tanggung jawab jabatan, serta bangun koordinasi dan sinergi yang baik dengan seluruh jajaran dan para pemangku kepentingan guna mendukung pelaksanaan tugas secara optimal,” tegasnya.

Di era supremasi hukum kontemporer, Wakajati juga memberikan paradigma baru terkait indikator kesuksesan Korps Adhyaksa. Menurut arahan Kajati yang disampaikannya, validitas kinerja tidak lagi dikalkulasi semata-mata dari statistik penyelesaian kasus.

“Saya juga mengingatkan bahwa keberhasilan penegakan hukum tidak hanya diukur dari kuantitas penyelesaian perkara, tetapi juga dari kualitas pelayanan hukum yang berkeadilan, berintegritas, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Dr. Ferrytass dengan intonasi presisi.

Sebagai penutup, mengakhiri transmisi pesan moral dari Kajati, Dr. Ferrytass mengultimatum seluruh jajaran untuk mempedomani gaya hidup ugahari (sederhana) dan menjauhi jebakan hedonisme demi menjaga marwah kejaksaan.

“Sebagai Insan Adhyaksa, jagalah kehormatan institusi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas serta menghindari segala bentuk penyimpangan. Terapkan pola hidup sederhana, jauhi gaya hidup berlebihan, dan laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab,” pungkas sosok bergelar Datuak Toembidjo tersebut, mengakhiri sambutannya.

Acara pelantikan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh para Asisten, Koordinator, Pejabat Eselon IV di lingkungan Kejati Sulut, rohaniawan, serta para saksi pelantikan, dengan tetap mengedepankan tata tertib institusi yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *