Posted in

Pendar Dedikasi di Penghujung Pekan: Inspeksi WFO Wakajati Sulut Dr. Ferrytass., Dt. Toembidjo dan Resonansi Jiwa Korsa Pasca-HBA


MANADO — Hari Jumat (24/7/2026) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara tidak sekadar dilalui sebagai pengujung pekan yang pudar. Di tengah transisi pasca-hiruk pikuk selebrasi Hari Bhakti Adhyaksa (HBA), sebuah orkestrasi kedisiplinan dan loyalitas justru menggema dari jantung institusi. Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulawesi Utara, Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, turun langsung memimpin inspeksi pelaksanaan Work From Office (WFO) guna memastikan denyut pelayanan publik korps Adhyaksa tetap berdetak optimal.

Pemandangan hari itu menyajikan sebuah ironi yang menggugah. Ketika mayoritas pejabat utama tengah merengkuh masa jeda dan izin pasca-perayaan HBA, Dr. Ferrytass tampil sebagai satu-satunya pimpinan tinggi yang berdiri tegak mengawal eksistensi institusi.

Keteladanan sunyi ini menjadi pendar terang bagi para aparatur yang tetap setia menjalankan tugas di kantor.
Dalam inspeksi presensi tersebut, tercatat tingkat kehadiran mencapai angka 85 persen dari total pegawai yang memiliki jadwal dinas. Angka ini menjadi sangat bermakna di tengah konstelasi kebijakan internal yang tengah memberikan kelenturan berupa rotasi Work From Home (WFH) sebesar 50 persen secara bergilir untuk setiap bidang pada tiap pekannya.


Alih-alih melontarkan teguran bagi mereka yang absen karena hak cuti, Wakajati justru mentransformasi momen sidak ini menjadi panggung apresiasi. Beliau melihat presensi para pegawai yang tetap memilih hadir bekerja dari kantor sebagai sebuah manifestasi luhur dari komitmen pengabdian. Bagi pimpinan, kehadiran mereka bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah epik tentang resiliensi dan kesetiaan pada tugas negara.

Menyaksikan dedikasi jajarannya yang tak lekang oleh godaan kelonggaran jadwal, Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, menyampaikan sebuah refleksi puitis yang menyentuh sanubari:

“Di tengah kelenturan rotasi WFH dan fase jeda pasca-perayaan HBA, kehadiran saudara-saudara sekalian di ruangan ini bukanlah sekadar pemenuhan presensi administratif. Ini adalah wujud paling sublim dari semangat korsa yang mengakar kuat. Mewakili pimpinan, saya menghaturkan apresiasi yang setinggi-tingginya. Ketika rekan-rekan yang lain tengah merengkuh kesempatan WFH yang telah diatur porsinya secara bergilir, langkah pasti saudara-saudara untuk tetap menunaikan WFO hari ini adalah napas yang menjaga tegaknya muruah institusi. Saudara adalah oase kedisiplinan di bumi Nyiur Melambai.”

Inspeksi di penghujung pekan ini pada akhirnya bukan lagi sekadar instrumen kontrol, melainkan sebuah transfer energi moral. Kehadiran Wakajati sebagai pimpinan tunggal di hari itu menjadi ikrar tak terucap bahwa keteladanan adalah bahasa kepemimpinan yang paling fasih, memastikan layar kapal Kejati Sulut tetap terkembang paripurna meski melintasi gelombang efisiensi dan masa transisi perayaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *