MANADO, (30/09) — Sinergisitas antarlembaga negara kembali terepresentasikan dengan apik di Bumi Nyiur Melambai. Pelaksana Tugas Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Dr. Ferrytass., Dt. Toembidjo, secara langsung menyambut kedatangan delegasi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, pada Rabu (30/9) pagi.

Menembus udara pagi sekira pukul 06.00 WITA, Dr. Ferrytass., Dt. Toembidjo telah bersiaga di area VIP bandara. Kehadiran pucuk pimpinan Korps Adhyaksa Sulawesi Utara ini bukan sekadar pemenuhan agenda protokoler, melainkan sebuah manifestasi dari penghormatan institusional terhadap para legislator Senayan yang tengah mengemban fungsi pengawasan strategis di wilayah Sulawesi Utara.

Prosesi penjemputan yang berlangsung hangat tersebut juga memperlihatkan soliditas lintas sektoral para pemangku kepentingan (stakeholders) di daerah. Dalam barisan penyambut tamu kehormatan, Plt. Kajati Sulut turut didampingi oleh figur-figur sentral keamanan maritim dan dirgantara, yakni Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Sam Ratulangi Manado, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Yoyon Kuscahyono, serta Kepala Bakamla Zona Maritim Tengah, Laksamana Pertama (Laksma) Bakamla Teguh Prasetya.
Rombongan Komisi I DPR RI yang menginjakkan kaki di tanah Minahasa kali ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi I yang bertindak sebagai Ketua Tim, Dr. Dave Akbarshah Fikarno Laksono, M.E.
Dalam delegasi lintas fraksi tersebut, turut hadir sejumlah anggota dewan terkemuka. Beberapa di antaranya adalah Ruth Naomi Rumkabu, S.Pd., dan Drs. H. Bambang Heri Purnama, S.T., S.H., M.H., yang datang bersama delapan anggota dewan lainnya serta tim sekretariat tenaga ahli DPR RI.
Berdasarkan jadwal keprotokolan, agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI di Provinsi Sulawesi Utara ini akan digulirkan secara intensif terhitung mulai tanggal 30 September hingga 2 Oktober 2026.
Kehadiran para wakil rakyat yang membidangi pertahanan, intelijen, luar negeri, serta komunikasi dan informatika ini diharapkan mampu mengakselerasi peninjauan langsung terhadap berbagai isu strategis, khususnya dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan di kawasan perbatasan beranda utara Nusantara.
