Posted in

Menjemput Masa Depan di Jatinangor, Dr. Ferrytass Hadir sebagai Ayah di Tengah Generasi Muda ITB

Jatinangor, (26/09) — Di tengah kesibukan menjalankan amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, tetap menyisakan ruang bagi peran yang jauh lebih personal: menjadi seorang ayah yang hadir di tengah perjalanan putranya menapaki dunia pendidikan dan masa depan.

Sabtu (26/9/2026), Dr. Ferrytass bersama istri dan sang Om berkesempatan mengunjungi “markas” anak-anak Institut Teknologi Bandung (ITB) di kawasan Jatinangor. Kunjungan tersebut menjadi momentum sederhana namun bermakna, ketika Muhammad Akram Al Hanief, putra Dr. Ferrytass yang menempuh pendidikan pada SPPAK Planologi/Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, bersama kawan-kawan seperjuangan dan sesama alumni SMA Unggul Pesantren Al Bayan Cibadak, Sukabumi, berkumpul dalam suasana penuh keakraban.

Pertemuan berlangsung santai di RM Taman Langit Bareh Solok, Jatinangor. Tidak ada sekat formalitas. Meja makan menjadi ruang perjumpaan lintas generasi, tempat cerita tentang kampus, persahabatan, cita-cita, hingga perjalanan menjemput masa depan mengalir dalam suasana hangat dan penuh canda.

Di tengah percakapan itu, Dr. Ferrytass hadir bukan semata sebagai seorang pejabat negara, melainkan sebagai seorang ayah yang ingin melihat lebih dekat dunia yang sedang ditempuh anak-anak muda tersebut.

Hanief dan rekan-rekannya merupakan bagian dari generasi muda yang tengah menempuh pendidikan di ITB—kampus yang selama puluhan tahun menjadi salah satu ruang penting bagi lahirnya gagasan, inovasi, dan sumber daya manusia yang berkontribusi bagi perjalanan bangsa.

Percakapan yang berlangsung cair tersebut menjadi semacam ruang kecil untuk bertukar pandangan. Tentang pendidikan, tantangan zaman, pilihan hidup, hingga tanggung jawab generasi muda dalam mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang bergerak semakin cepat.

Bagi Dr. Ferrytass, perjumpaan dengan anak-anak muda bukan sekadar silaturahmi. Ada pesan yang lebih dalam: bahwa masa depan bangsa pada akhirnya akan berpindah ke tangan generasi yang hari ini sedang belajar, membangun karakter, mengasah kompetensi, dan mencari arah.

Sebagai seorang Niniak Mamak dan Penghulu Adat Minangkabau, Dt. Toembidjo memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan akademik, tetapi juga tentang karakter, nilai, tanggung jawab, serta kemampuan seseorang menempatkan dirinya di tengah masyarakat.

Karena itu, suasana santai di sebuah meja makan justru menjadi ruang yang kaya makna. Nasihat tidak harus selalu hadir dalam bentuk pidato; terkadang ia tumbuh dari percakapan sederhana, dari pengalaman yang dibagikan, dan dari keteladanan yang diperlihatkan secara langsung.

Kehadiran sang istri dan Om Dr. Ferrytass turut memberi warna kekeluargaan dalam pertemuan tersebut. Kebersamaan lintas generasi itu menjadikan Jatinangor pada hari itu bukan sekadar tempat singgah, melainkan ruang kecil tempat keluarga, persahabatan, pendidikan, dan harapan bertemu dalam satu bingkai.

Di antara riuh percakapan anak-anak muda dan suasana santai khas meja makan, terselip sebuah kesadaran sederhana: bahwa di balik setiap mahasiswa yang sedang mengejar gelar dan membangun masa depan, terdapat keluarga yang menyimpan harapan besar.

Dan sebagai seorang ayah, Dr. Ferrytass hadir untuk menyaksikan perjalanan itu dari dekat—menyapa, mendengar, berbagi cerita, sekaligus menitipkan pesan agar ilmu yang kelak mereka miliki tidak berhenti menjadi prestasi pribadi, tetapi menemukan jalan pengabdiannya bagi masyarakat dan bangsa.

Jatinangor pun menjadi saksi sebuah perjumpaan sederhana. Seorang ayah, seorang putra, kawan-kawan seperjuangan, dan generasi muda yang sedang menulis bab awal perjalanan mereka.

Sebab masa depan tidak selalu dimulai dari panggung besar. Kadang, ia tumbuh dari percakapan sederhana di sebuah meja makan—di antara tawa, cerita, nasihat, dan doa orang tua yang diam-diam selalu menyertai perjalanan anak-anaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FT

Redaksi Dilindungi

Redaksi berita dan materi jurnalistik pada portal ini merupakan karya orisinal yang disusun dan dikelola oleh Admin Ferrytass.

Penggunaan kembali, penggandaan, atau publikasi ulang tanpa atribusi sumber tidak diperkenankan.

news.ferrytas.com