TOMOHON (08/08) — Lembah dan bukit Kota Bunga hari ini bersalin rupa menjadi hamparan nirwana. Tepat pada Sabtu, 8 Agustus 2026, panggung peradaban Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 kembali menabuhkan gita sangkakala kejayaan pariwisata. Bertempat di pelataran agung Menara Alfa Omega, helatan agung Tournament of Flowers (Flower Parade) ini menjelma menjadi kanvas raksasa yang dilukis dengan pendaran mahapuspa, merayakan karsa dan cipta sang alam raya.
Hadir memancarkan wibawa purna di tengah kemegahan pawai, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, yang pada perhelatan agung ini mengemban amanat mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H. Kehadiran beliau menjadi bagian dari konstelasi gemilang para nayaka praja dan pembesar negeri yang turut menjadi saksi bisu pesona adiluhung Bumi Minahasa.

Turut menempati takhta kehormatan pada perayaan sakral pariwisata ini adalah Wakil Menteri UMKM dan Ekonomi Kreatif, Aerin Umar, yang membawa napas segar bagi geliat ekonomi kerakyatan. Beliau didampingi oleh jajaran Anggota DPR RI, Gubernur Sulawesi Utara, Ketua DPRD Provinsi, Pangdam, Kapolda, serta deretan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dari seantero penjuru Dwipantara (Nusantara). Pimpinan Bank Sulut dan para pemangku kebijakan Forkopimda Tomohon pun turut serta merajut sinergi dalam simpul asih di tribun VVIP.

Tak ayal, gema pesona TIFF 2026 turut melintasi cakrawala samudra, menjadikan perhelatan ini sebagai episentrum diplomasi budaya di mata dunia. Kehadiran para Duta Besar mancanegara menjadi penanda teguhnya jembatan persahabatan antarbangsa. Delegasi kehormatan dari berbagai belahan bumantara—mulai dari Filipina, Polandia, Bosnia dan Herzegovina, Swiss, Belanda, Ethiopia, Korea Selatan, hingga Kepulauan Solomon—berpadu dalam satu harmoni persaudaraan. Mereka terpukau tatkala kembang-kembang tropis Nusantara bertutur dalam bahasa universal, dirangkai di atas kereta-kereta hias yang melaju anggun bagai bianglala turun ke marcapada.

Di bawah komando sang nakhoda acara, Ketua Panitia TIFF 2026, Levita Supit, S.H., M.H., orkestrasi mahakarya ini sukses menenun decak kagum yang tiada tara. Tak kurang dari dua ribu anak manusia menyemut, berbaur menjadi lautan asak yang bersorak-sorai merayakan keindahan.

Dalam sela-sela gita puja pesona flora tersebut, Dr. Ferrytass, Dt. Toembidjo menyampaikan kekaguman mendalam seraya meneruskan pesan luhur dari Kajati Sulut kepada segenap hadirin dan masyarakat.
“Perhelatan ini adalah epos keindahan yang merajut asa dan karsa, membuktikan bahwa Nyiur Melambai adalah permata khatulistiwa yang pesonanya menembus bentala dunia. Melalui mahakarya puspa ini, kita tidak sekadar merayakan estetika alam, namun juga mengukuhkan harmoni peradaban antarmanusia,” tutur Dr. Ferrytass dengan nada penuh wibawa.
Beliau lantas menambahkan titip pesan dari pucuk pimpinan Korps Adhyaksa Sulawesi Utara;
“Dalam momentum yang mulia ini, saya turut membawa pesan hangat nan simpatik dari Bapak Kajati Sulut, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H. Beliau sangat mengapresiasi dan menyokong penuh geliat kepariwisataan serta ekonomi kreatif di Bumi Minahasa. Institusi Kejaksaan akan senantiasa hadir dan tegak lurus, memberikan pendampingan serta memastikan supremasi hukum yang humanis guna mengawal iklim investasi pariwisata yang kondusif, semata-mata demi mengangkat harkat dan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat raya.”
Pada titik puncaknya, Tomohon International Flower Festival 2026 bukanlah sekadar ritus selebrasi tahunan semata, melainkan sebuah epik puitis tentang bagaimana sebuah kota sejuk di bibir Pasifik mampu memeluk dunia dengan kelembutan kelopak bunganya. Sebuah simfoni mahakarya yang akan terus terpatri dalam prasasti sanubari setiap insan yang hadir menyaksikannya.