Posted in

Kolaborasi Strategis di Ujung Utara: Kunker Wakajati Sulut Ferrytass., Dt. Toembidjo Warnai Agenda Penanaman Pohon Bersama Lintas Sektoral di SDN 1 Kaidipang

BOLAANG MONGONDOW UTARA(07/07) — Dalam sebuah momentum sinergitas lintas sektoral yang berdimensi ekologis, lawatan dinas Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulawesi Utara, H. Ferry Tass., S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, ke Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menjadi wujud nyata komitmen penguatan ketahanan pangan di tingkat akar rumput, Selasa (7/7/2026).

Kunjungan kerja strategis tersebut mengambil titik kumpul di halaman SD Negeri 1 Kaidipang yang berlokasi di Jalan Jegugu Mauritz Mok, Desa Boroko Timur, Kecamatan Kaidipang. Dalam lawatannya, Wakajati Sulut didampingi oleh Koordinator pada Kejati Sulut, Indra Aprio Handry Saragih, S.H., M.H.Li., yang hadir merepresentasikan Asintel Kejati Sulut, Alkaf, S.H., M.H.

Momentum ini memperlihatkan kohesi yang sangat solid antara berbagai pilar daerah. Kehadiran Wakajati Sulut disambut dan didampingi langsung oleh jajaran eksekutif, yudikatif, hingga elemen penggerak desa.

Tampak hadir dalam barisan utama, Wakil Bupati Bolmut Mohammad Aditya Pontoh, S.IP., Sekretaris Daerah dr. Jusnan C. Mokoginta, MARS., Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bolmut Agus Trihartono, S.H., M.H., serta Sekretaris Jenderal DPD Abpednas (Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional) Bolmut, Drs. Jackried Kanselir Maluenseng, M.Sc. Selaku tuan rumah, Kepala SDN 1 Kaidipang Mohamad Mokodompis beserta jajaran guru turut mengawal jalannya kegiatan.

Fokus utama dalam agenda kolaboratif tersebut adalah aksi nyata penanaman bibit pohon produktif bermutu tinggi yang mencakup komoditas alpukat, durian, manggis, dan duku. Wakajati Sulut turut serta menanam vegetasi tersebut sebagai simbol dukungan penuh Korps Adhyaksa terhadap ekosistem ketahanan pangan.
Langkah taktis penanaman ini memiliki signifikansi yang kuat. Saat ini, para siswa tengah berada dalam masa reses akademik (libur sekolah), yang berimplikasi pada ditiadakannya sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, jeda operasional ini justru dimanfaatkan oleh seluruh elemen yang hadir untuk meletakkan fondasi infrastruktur agrikultur yang kelak akan menopang asupan gizi anak-anak saat aktivitas belajar kembali normal.

Dalam penyampaiannya, Ferrytass., Dt. Toembidjo menegaskan bahwa partisipasi aktifnya dalam agenda penanaman tersebut merupakan bentuk kepatuhan struktural sekaligus tanggung jawab moral institusi.

“Partisipasi kita dalam penanaman pohon produktif hari ini adalah pengejawantahan langsung dari arahan tegas Bapak Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H. Beliau menginstruksikan dengan jelas agar seluruh jajaran Kejaksaan proaktif turun ke lapangan, bersinergi, dan mengambil peran nyata bersama masyarakat dalam mengakselerasi program ketahanan pangan nasional,” tegas Ferrytass dengan wibawa.

Lebih jauh, Wakajati memberikan apresiasi mendalam atas soliditas lintas elemen yang terjalin, serta menyoroti pentingnya persiapan ekosistem sejak dini.

“Meski hari ini ruang-ruang kelas tampak sepi dan program MBG ditiadakan sementara karena anak-anak kita sedang libur, semangat untuk menyiapkan masa depan tidak boleh ikut libur. Kehadiran rekan-rekan dari Pemda, Kejaksaan Negeri, hingga kawan-kawan Abpednas sebagai representasi denyut nadi desa, adalah energi luar biasa. Saat anak-anak kembali masuk sekolah nanti, ekosistem lingkungan ini sudah mulai kita persiapkan untuk menopang ketahanan gizi mereka,” urainya melengkapi perspektif.

Kegiatan kolaboratif di SDN 1 Kaidipang ini bukan sekadar meninggalkan jejak hijau, melainkan menjadi preseden konkret. Melalui sinergi utuh antara institusi penegak hukum, pemerintah daerah, civitas akademika, hingga daya dukung Abpednas, ketahanan pangan diretas bukan sekadar sebagai wacana, melainkan aksi kolektif demi kejayaan generasi masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *