Manado (23/04) — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara kembali menegaskan eksistensinya sebagai institusi penegak hukum yang adaptif dan berintegritas melalui prosesi pelantikan dan serah terima jabatan pejabat strategis, yang digelar pada Kamis, 23 April 2026, di Aula Sam Ratulangi Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.
Prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh wibawa tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., sebagai manifestasi nyata dari konsolidasi kelembagaan yang berorientasi pada penguatan kapasitas, akselerasi kinerja, serta pemantapan integritas aparatur.

Di antara jajaran pejabat yang dilantik, sorotan tertuju pada figur H. Ferry Taslim, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, yang resmi mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. Dalam momen sakral tersebut, beliau hadir didampingi oleh istri tercinta, Ir. Effy Hidayaty., M.T, yang menjadi representasi dukungan moral sekaligus fondasi keteguhan dalam setiap langkah pengabdian.
Meski demikian, kebahagiaan keluarga pada momen penting ini terasa belum sepenuhnya lengkap, mengingat kedua putra beliau tidak dapat hadir secara langsung dalam prosesi pelantikan. Putra pertama, Muhammad Syahidul Akbar., S.H, dan putra kedua, Muhammad Akram Al Hanif, hanya dapat mengiringi dari kejauhan melalui doa dan harapan tulus atas amanah besar yang kini diemban oleh ayahanda mereka.
Sosok yang akrab disapa Ferry Tass, Dt. Toembidjo ini bukanlah figur biasa dalam lanskap penegakan hukum nasional. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Koordinator I pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung Republik Indonesia, sebuah posisi strategis yang menuntut presisi hukum tingkat tinggi, ketajaman nalar yuridis, serta konsistensi dalam menjaga kepentingan negara.
Lebih dari sekadar aparatur negara, Ferry Tass, Dt. Toembidjo juga merupakan seorang ninik mamak sekaligus penghulu adat Minangkabau, pemegang otoritas kultural yang sarat dengan nilai kebijaksanaan, keseimbangan, dan keadilan substantif. Dalam dirinya terjalin harmoni antara ketegasan hukum dan kearifan adat, sebuah sintesis kepemimpinan yang langka namun sangat relevan dalam dinamika penegakan hukum kontemporer.
Sebagaimana falsafah luhur Minangkabau mengajarkan, “Dima bumi dipijak, di situ langik dijunjuang,” prinsip ini menjadi refleksi dari kemampuan adaptif tanpa kehilangan identitas, sebuah landasan filosofis yang diyakini akan mewarnai kepemimpinan beliau di Sulawesi Utara.
Dalam pernyataannya usai pelantikan, Ferry Tass, Dt. Toembidjo menyampaikan komitmennya dengan nada tegas namun reflektif:
“Jabatan ini bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan mandat konstitusional yang menuntut integritas tanpa kompromi, keteguhan prinsip, serta sensitivitas terhadap rasa keadilan publik. Hukum harus hadir bukan hanya sebagai norma yang ditegakkan, tetapi sebagai keadilan yang hidup dan dirasakan.”
Ia juga menegaskan dimensi personal yang menjadi sumber kekuatan dalam pengabdiannya:
“Di balik setiap amanah besar, terdapat kekuatan sunyi yang menopang keluarga. Dukungan istri dan doa anak-anak saya adalah energi moral yang menjaga keseimbangan antara tanggung jawab publik dan nilai-nilai kehidupan.”

Sementara itu, Ir. Effy Hidayaty., M.T menyampaikan pandangan dengan penuh keteduhan dan kedalaman makna:
“Kami memaknai setiap amanah sebagai titipan yang harus dijaga dengan keikhlasan dan tanggung jawab. Dalam adat Minangkabau diajarkan, ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandikan Kitabullah, bahwa setiap langkah kehidupan hendaknya berpijak pada nilai dan tuntunan yang luhur. Semoga pengabdian ini senantiasa berada dalam jalan yang diridhai dan memberi manfaat bagi banyak orang.”
Selain pelantikan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, turut dilantik sejumlah pejabat lainnya sebagai bagian dari restrukturisasi strategis organisasi, yakni:
Dr. Reinhard Toliu, S.H., M.H. sebagai Asisten Tindak Pidana Umum
Dr. Titin Herawati Utara, S.H., M.H. sebagai Asisten Pengawasan
Adi Immanuel Palebang, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Tomohon
Tajsilin Muljana Abdul H., S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu
Erwin Widhiantono, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Bitung
Dalam arahannya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara menegaskan bahwa setiap rotasi jabatan merupakan bagian dari orkestrasi besar organisasi dalam menjaga ritme profesionalisme, memperkuat integritas kelembagaan, serta memastikan Kejaksaan tetap responsif terhadap kompleksitas tantangan hukum modern.
Pelantikan ini tidak semata menjadi seremoni administratif, melainkan sebuah deklarasi nilai, bahwa penegakan hukum harus berdiri di atas fondasi integritas, kecerdasan, dan kearifan.
Di ujung prosesi yang sarat makna ini, tersirat sebuah pesan kuat: bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya dibangun oleh jabatan dan kewenangan, tetapi oleh nilai, keteladanan, serta doa yang mengiringi setiap langkah. Dalam sunyi doa keluarga dan kokohnya prinsip yang dipegang, H. Ferry Taslim, Dt. Toembidjo melangkah membawa amanah, menjaga hukum, menegakkan keadilan, dan merawat kepercayaan.