Manado (05/06) – Menindaklanjuti instruksi dan petunjuk langsung dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulut, H. Ferry Tass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, melakukan inspeksi mendadak sekaligus pemantauan langsung terhadap aktivitas Work From Office (WFO) di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara pada Jumat (05/06/2026).
Langkah proaktif ini diinisiasi guna mengonfirmasi secara faktual bahwa dinamika internal kantor berada dalam kondisi yang kondusif, aman, dan terkendali. Lebih dari itu, monitoring ini esensial untuk menjamin bahwa akselerasi pelayanan publik kepada masyarakat luas tetap mengedayakan prinsip efektivitas dan efisiensi yang optimal.
Dalam peninjauan komprehensif tersebut, Wakajati mendapati bahwa aparatur sipil negara (ASN) yang terjadwal melaksanakan kedinasan kantor (WFO), termasuk petugas piket reguler, hadir secara paripurna. Evaluasi dan monitoring ketat seperti ini merupakan agenda berkala yang diintegrasikan untuk mengeskalasi rigiditas kedisiplinan serta memperteguh komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara di korps Adhyaksa Kejati Sulut, Bumi Nyiur Melambai.
Tidak hanya berfokus pada internal mako Kejati, pimpinan juga menginstruksikan kepada seluruh Satuan Kerja (Satker) yang tersebar di wilayah hukum Sulawesi Utara untuk mengimplementasikan kebijakan serupa secara linier, selaras dengan petunjuk dan direktif dari pucuk pimpinan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakajati Sulawesi Utara, H. Ferry Tass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, yang merepresentasikan pesan dan arahan strategis dari Kajati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., menegaskan pentingnya konsistensi integritas:
“Kehadiran kita di kantor bukan sekadar pemenuhan formalitas presensi, melainkan sebuah manifestasi konkret dari tanggung jawab moral dan profesionalisme kita sebagai ASN Adhyaksa. Atas petunjuk dan arahan Bapak Kajati Jacob Hendrik Pattipeilohy, monitoring ini kami laksanakan guna memastikan seluruh instrumen pelayanan publik tetap beroperasi secara prima, responsif, dan tanpa reduksi sedikit pun, meski di hari menjelang akhir pekan. Kondisi yang kondusif dan aman adalah fondasi utama bagi produktivitas kerja.”
Oleh karena itu, pesan kuat dari Bapak Kajati sangat jelas: kedisiplinan adalah harga mutlak yang tidak dapat dinegosiasikan. Kami juga menginstruksikan kepada seluruh kepala Satuan Kerja (Satker) di daerah untuk mereplikasi langkah pengawasan ini secara konsisten di wilayah masing-masing. Kita harus bergerak serentak dalam satu komando, memastikan bahwa marwah institusi dan pengabdian kepada masyarakat di Bumi Nyiur Melambai ini senantiasa terjaga di level tertinggi.