MANADO (20/09) – Semarak spiritual sekaligus kultural mewarnai peringatan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW di kalangan diaspora Minangkabau di Kota Manado. Organisasi kemasyarakatan Bundo Kanduang Manado sukses menyelenggarakan agenda pengajian yang berlangsung khidmat pada Ahad (20/9/2026).
Mengambil tempat di Rumah Gadang Manado, Jl. Pingkan Matindas No. 13 A, Kelurahan Dendengan Dalam, agenda ini menjadi momentum strategis untuk memperkokoh kohesi sosial perantau Minang. Acara ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran tokoh sentral Minangkabau, Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, yang saat ini memegang amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

Kehadiran Dr. Ferrytass., Dt. Toembidjo dalam majelis ini merepresentasikan dwifungsi kepemimpinan yang paripurna; sebagai aparatur penegak hukum sekaligus pemangku adat yang berkapasitas sebagai Penghulu atau Niniak Mamak. Rekam jejak beliau di tengah masyarakat perantauan memang sangat solid, ditandai dengan sederet portofolio strategis yang diembannya, antara lain sebagai Dewan Pakar DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), Dewan Pembina IKM Sapayuang Sulawesi Selatan, serta Dewan Komite Etik & Pengawasan Ikatan Saudagar Minangkabau Sapayuang Sulawesi Selatan (IKASMIN-SS).

Dalam momentum silaturahmi tersebut, Dt. Toembidjo memberikan refleksi mendalam yang mengawinkan esensi peringatan Maulid Nabi dengan kearifan lokal falsafah Minangkabau. Menurutnya, agama dan budaya adalah dua pilar yang tak terpisahkan dalam laku hidup orang Minang di mana pun berada.
“Peringatan kelahiran Rasulullah ini bukan sekadar eforia spiritual, melainkan sebuah konfirmasi bagi kita para perantau untuk terus membumikan filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Nilai-nilai ilahiah harus selalu menjadi landasan batin dalam setiap gerak langkah kebudayaan dan kehidupan sosial kita,” tegas Dt. Toembidjo.

Lebih lanjut, beliau menitipkan pesan moral kepada seluruh diaspora Minang di Sulawesi Utara untuk senantiasa adaptif dan menjunjung tinggi etika bermasyarakat di tanah rantau. “Sebagai orang Minang, kita diwarisi pituah luhur; Dima Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung. Mari kita wujudkan kontribusi nyata yang konstruktif bagi pembangunan Kota Manado, seraya terus menjaga akar religiusitas dan identitas kebudayaan kita,” imbuhnya penuh wibawa.
Selaras dengan pesan tersebut, majelis ilmu yang mengusung tema “Hikmah Bulan Kelahiran Rasulullah” ini menghadirkan Ustadz H. Abdurrahman Ma’ruz sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, Ustadz Abdurrahman mengupas tuntas esensi meneladani akhlak mulia Rasulullah sebagai rujukan utama dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat majemuk.

Kegiatan yang difasilitasi dengan penuh keramahan oleh Bapak H. A’an Pateda, S.E., selaku tuan rumah ini berjalan tertib dan representatif. Kesuksesan acara tersebut tentunya tak lepas dari orkestrasi manajerial yang mumpuni dari Prof. Dr. Evra Wilia selaku Ketua Organisasi Bundo Kanduang, yang didukung penuh oleh koordinasi taktis Rudi Mandagie di posisi Penanggung Jawab Seksi Pengajian.
Melalui giat religius ini, Bundo Kanduang sebagai salah satu pelopor wadah paguyuban Minangkabau di Kota Manado membuktikan komitmennya untuk terus menjadi oase spiritual dan katalisator persaudaraan yang inklusif bagi masyarakat perantau di Nyiur Melambai.
