MANADO (10/08)) — Di bawah bentangan langit pesisir yang memendarkan rona optimisme, Aula Kantor Walikota Manado menjadi saksi pertautan indah antara keanggunan perempuan dan ketegasan hukum. Pada hari ini, Senin, 10 Agustus 2026, sebuah epik baru bagi tata kelola akar rumput di Bumi Nyiur Melambai resmi ditorehkan lewat perhelatan agung Pengukuhan Pengurus DPD dan DPC Srikandi Jaga Desa se-Provinsi Sulawesi Utara Masa Bakti 2026-2031.

Sebagai garda terdepan penegakan hukum di Sulawesi Utara, Kejaksaan Tinggi hadir membawa spirit pencerahan. Orkestrasi keadilan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H. Langkah tegap dan visi besar sang Kajati senantiasa dikawal erat secara taktis dan berdedikasi oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo.
Kehadiran solid “Dwitunggal” pimpinan Kejati Sulut ini yang juga memboyong barisan lengkap seluruh Asisten Kejati dan Kepala Kejaksaan Negeri se-Sulawesi Utara memancarkan pesan institusional yang benderang: Di bawah komando Kajati dan dukungan penuh Wakajati, hukum kini hadir sebagai pelita pelindung yang humanis, bukan sekadar pedang penghukum di pelataran desa.

Puncak prosesi sakral tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indonesia, Ir. H. Indra Utama, M.PWK. Dengan ritme yang khidmat, tongkat estafet perjuangan disematkan kepada para puan dari ujung utara Nusantara. Momentum bersejarah ini juga tak lepas dari tangan dingin Ketua DPD ABPEDNAS Sulawesi Utara, Stevanus Liewo. Melalui dedikasi dan racikan pergerakannya di tingkat daerah, motto luhur ABPEDNAS, “Membangun Desa, Menata Kota”, kini tidak sekadar menggema sebagai jargon, melainkan telah menjelma menjadi roh perjuangan nyata yang mengakar di Sulawesi Utara.
Takhta panggung pencerahan hari ini kian paripurna dengan hadirnya pendar intelektualitas dari sosok Prof. Dr. Mia Amiati, S.H., M.H., CMA., CSSL. Srikandi hukum yang pernah menahkodai Kejati Jawa Timur dan kini mengemban amanah strategis sebagai Komisaris Bank Mandiri ini, hadir menyuguhkan diskursus bernas sebagai Narasumber Utama sekaligus Sekretaris Jenderal Srikandi Jaga Desa. Bersamanya, turut hadir menenun benang merah pergerakan, Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, Ella Tubagoes.

Sinergi yang terbangun tak lepas dari harmoni para pemangku kebijakan daerah. Bertindak sebagai tuan rumah yang hangat, Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota dr. Richard Sualang, membersamai deretan nahkoda daerah, seperti Bupati Bolaang Mongondow Selatan, H. Iskandar Kamaru, S.Pt., serta Penjabat Bupati Bolaang Mongondow Utara, Dr. Sirajudin Lasena, S.E.

Namun, episentrum dari denyut acara hari ini berpusat pada orasi kebangsaan dari Kajati Sulut. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Penasehat DPD ABPEDNAS Sulut, Jacob Hendrik Pattipeilohy yang visi penegakan hukumnya terus diakselerasi dan dikawal secara nyata oleh Wakajati Dr. Ferrytass., Dt. Toembidjo memaparkan konstelasi pencapaian yang memukau. Sulawesi Utara kini menduduki peringkat takhta nasional dengan 31.900 keanggotaan Srikandi yang tersebar di 1.507 desa. Angka yang melampaui provinsi besar lainnya ini adalah wujud nyata tingginya kepercayaan rakyat terhadap program pembinaan hukum Kejaksaan RI.
Di hadapan ratusan pasang mata, Kajati Sulut melepaskan amanat puitis nan berwibawa yang menjadi kompas gerak bagi para srikandi masa kini:
“Kehadiran ibu-ibu sekalian hari ini bukanlah sebatas etalase seremonial, melainkan pilar independen bernapas nurani yang mengemban amanah dari 31.900 harapan rakyat desa di Bumi Nyiur Melambai. Melalui tema ‘Perempuan Berdaya, Desa Sejahtera’, saya menitipkan tiga simpul pergerakan: Peliharalah integritas yang kedap dari pusaran politik praktis; Rajutlah sinergi yang tak terputus dengan institusi Kejaksaan dan Pemerintah Daerah; serta hadirkanlah pendampingan yang humanis dan edukatif. Kejaksaan hadir bukan untuk menebar gentar, melainkan menjadi perisai pencerah. Kita pastikan bersama, jangan sampai ada lagi kepala desa atau aparatur yang tersesat dalam labirin hukum karena ketidaktahuan. Jadikan kerja keras ini sebagai ladang ibadah pengabdian.” — Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H. (Kajati Sulut)
Bagi Wakajati Dr. Ferrytass., Dt. Toembidjo pengukuhan hari ini adalah perwujudan konkret dari komitmen institusi dalam merawat marwah keadilan sejak dari halaman depan rumah rakyat. Di bawah kolaborasi paripurna antara ABPEDNAS, Kejaksaan, dan Pemerintah Daerah, rahim-rahim desa di Sulawesi Utara kini dijaga oleh srikandi-srikandi masa kini. Dengan semangat Membangun Desa, Menata Kota, mereka bersiap menenun kesejahteraan, berbekal ketajaman literasi hukum, keluhuran budi, dan kelembutan persuasi yang hakiki.