Posted in

Breaking News – Kawal Instruksi Kajati: Wakajati Sulut  Ferrytass., Dt. Toembidjo Pastikan Optimalisasi Kinerja WFO

MANADO (10/07) — Guna memastikan optimalisasi kinerja dan kedisiplinan jajaran pegawai, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, H. Ferry Tas, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, melaksanakan inspeksi presensi dan pengecekan personel secara langsung pada Jumat (10/07) pagi.

Peninjauan ini secara khusus difokuskan untuk memvalidasi kepatuhan aparatur kejaksaan terhadap implementasi kebijakan wajib berkantor atau Work From Office (WFO) yang telah ditetapkan untuk hari Jumat ini.
Dalam pelaksanaannya, Wakajati Sulut turut didampingi oleh jajaran strategis, yakni Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Reinhard Tololiu dan Koordinator Ali Toatobun, S.H., M.H. Rombongan pimpinan tersebut menyisir berbagai bidang guna meninjau langsung kelengkapan personel dan kesiapan ruang kerja.

Berdasarkan hasil inspeksi, tercatat capaian kehadiran yang sangat impresif. Sebanyak 90% aparatur sipil negara (ASN) dan personel di lingkungan Kejati Sulut terkonfirmasi hadir di tempat tugas masing-masing, selaras dengan ketentuan WFO yang diinstruksikan.
Komitmen Integritas dan Arahan Kajati
Merespons tingkat kepatuhan yang tinggi tersebut, Ferrytas., Dt. Toembidjo mengapresiasi etos kerja jajaran Kejati Sulut. Menurutnya, kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan hukum yang prima bagi masyarakat.

“Angka kehadiran 90 persen pada agenda WFO Jumat ini adalah indikator nyata dari komitmen institusional dan profesionalisme pegawai kita. Kedisiplinan bukan sekadar tentang pemenuhan jam kerja, melainkan manifestasi dari tanggung jawab kita sebagai penegak hukum untuk selalu hadir dan siap melayani masyarakat kapan pun dibutuhkan,” ujar Ferrytass di sela-sela peninjauannya.

Lebih lanjut, Wakajati turut menyampaikan pesan dan menegaskan kembali arahan dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., terkait esensi integritas insan Adhyaksa.

Sesuai dengan amanat Kajati, seluruh personel diminta untuk tidak berpuas diri, melainkan menjadikan kedisiplinan sebagai napas dan budaya kerja. “Bapak Kajati, Jacob Hendrik Pattipeilohy, secara konsisten menginstruksikan agar setiap elemen di Kejati Sulut senantiasa meningkatkan soliditas dan kualitas kerja. Arahan beliau sangat jelas: disiplin yang terbentuk hari ini harus bermuara pada peningkatan output kinerja penanganan perkara dan pelayanan publik yang berkeadilan,” tegasnya.

Langkah proaktif pimpinan Kejati Sulut dalam melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala ini diharapkan dapat terus memantik motivasi kerja pegawai. Dengan tingkat kedisiplinan yang terus terjaga, Kejati Sulawesi Utara optimistis dapat terus mengawal supremasi hukum di wilayah Bumi Nyiur Melambai dengan kredibilitas dan akuntabilitas yang tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *