BOLAANG MONGONDOW UTARA (07/07) — Rangkaian lawatan dinas strategis Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulawesi Utara, H. Ferry Tass., S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) terus berlanjut. Usai merajut sinergitas ekologis melalui penanaman pohon di SDN 1 Kaidipang, Wakajati langsung bertolak menginspeksi ekosistem kerja, infrastruktur, sekaligus memberikan pembekalan moral di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bolmut, Selasa (7/7/2026).
Dalam lawatan lanjutan ini, Wakajati Sulut turut didampingi oleh Koordinator pada Kejati Sulut, Indra Aprio Handry Saragih, S.H., M.H.Li., serta Alkaf, S.H., M.H., yang hadir merepresentasikan Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bolaang Mongondow Utara, Agus Trihartono, S.H., M.H., selaku tuan rumah, yang kemudian memandu inspeksi tata ruang kompleks Kejari Bolmut yang berdiri di atas hamparan lahan seluas 1,7 hektare.

Kawasan ini memancarkan nuansa asri dengan tingkat kerapian tata letak yang sangat presisi. Integrasi antara area perkantoran utama dengan kompleks rumah dinas (Rumdis) yang diperuntukkan bagi Kajari hingga jajaran Kepala Seksi (Kasi), tampak tertata dengan sangat representatif dan harmonis.
Lebih dari sekadar pusat penegakan hukum, markas Korps Adhyaksa Bolmut ini telah menjelma menjadi ruang publik yang inklusif. Wakajati Sulut secara khusus meluangkan waktu untuk meninjau dari dekat berbagai aktivitas anak-anak dan masyarakat sekitar yang tengah memanfaatkan fasilitas di kompleks tersebut.

Utilitas olahraga yang tersedia di area Kejari ini terbilang sangat komprehensif. Mulai dari lapangan tenis, bulu tangkis, tenis meja, lintasan joging (jogging track), hingga area pemusatan latihan bela diri Kempo. Ekspansi fasilitas pun terus dipacu dengan sedang dibangunnya sarana lapangan futsal modern, yang kian melengkapi keberadaan kolam ikan berskala luas sebagai penambah nilai estetika dan ketenangan lingkungan.
Selain mengapresiasi fasilitas penunjang yang paripurna, agenda Ferrytass., Dt. Toembidjo di kompleks tersebut juga memantau progres pembangunan fisik aula kantor Kejari Bolmut. Inspeksi ini dilakukan guna memastikan akselerasi pembangunan berjalan linier dengan cetak biru yang ada.

Dalam keterangannya, Wakajati Sulut memberikan apresiasi luar biasa terhadap tata kelola Kajari Bolmut. Beliau menegaskan bahwa transformasi spasial ini merupakan pengejawantahan dari instruksi pimpinan tertinggi.
“Transformasi penataan lahan seluas 1,7 hektare beserta kelengkapan utilitas di Kejari Bolmut ini adalah wujud konkret dari arahan Bapak Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H. Beliau menginstruksikan dengan tegas agar setiap satuan kerja bertransformasi menjadi institusi yang humanis, asri, dan menyediakan ruang interaksi yang positif bagi masyarakat luas, termasuk giat anak-anak kita hari ini. Progres pembangunan aula dan ragam fasilitas ini membuktikan Kejari Bolmut berhasil meretas sebuah ekosistem work-life balance yang ideal,” urai H. Ferry Tass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo dengan wibawa.
Injeksi Moral dan Peneguhan Integritas di Aula Kejari
Sebagai puncak dari rangkaian lawatan tersebut, Wakajati Sulut memberikan pengarahan dan pembinaan strategis kepada seluruh jajaran pegawai Kejari Bolmut yang dipusatkan di aula kantor.
Dalam forum internal tersebut, Wakajati Sulut memberikan injeksi moral yang komprehensif terkait etos kerja, integritas, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Beliau mengawali arahannya dengan mengajak seluruh pegawai untuk senantiasa merawat rasa syukur atas karunia Ilahi karena telah ditempatkan di teritori Bolmut, sebuah kabupaten yang dianugerahi keindahan, kenyamanan, serta keasrian lingkungan yang luar biasa.
“Jadikan penempatan di kabupaten yang indah dan asri ini sebagai ladang pengabdian terbaik. Saya minta saudara-saudara sekalian untuk senantiasa menjaga integritas diri sendiri, menjaga keluarga, dan menjaga marwah institusi. Ingat, beberapa tahun terakhir ini, Kejaksaan telah menduduki zenit sebagai Aparat Penegak Hukum (APH) yang paling dipercaya oleh masyarakat luas. Institusi ini telah berhasil menunjukkan taringnya sebagai lembaga penegak hukum yang tajam ke atas, namun tetap humanis ke bawah,” tegas Wakajati membakar semangat jajaran.
Lebih lanjut, dalam konteks konstelasi hukum di daerah, Ferrytass., Dt. Toembidjo menginstruksikan eskalasi kehati-hatian dan kewaspadaan ekstra dalam setiap langkah penanganan perkara. Beliau juga memberikan atensi khusus pada literasi digital para pegawai.
“Tingkatkan prudensi dan kewaspadaan dalam setiap penanganan perkara di daerah. Bijaklah dalam bermedia sosial. Teruskan giat-giat yang berimplikasi positif dan pastikan Kejaksaan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Jauhkan diri dari segala bentuk sikap dan sifat tercela yang dapat mereduksi wibawa institusi,” instruksinya.
Menutup arahannya, Wakajati Sulut memberikan pesan menohok terkait urgensi pengembangan diri yang berkelanjutan, selaras dengan visi besar Kejati Sulut.
“Jangan pernah mengalami stagnasi. Tingkatkan terus pengetahuan dan pengalaman. Jangan bosan untuk terus belajar demi peningkatan kapasitas diri, kecerdasan intelektual, dan kualitas kinerja yang lebih paripurna. Inilah manifestasi dari penegakan hukum yang modern dan beradab yang selalu diamanatkan oleh Bapak Kajati kita,” pungkas Ferrytass, yang langsung disambut apresiasi oleh seluruh hadirin.
Kunjungan komprehensif ini mengafirmasi paradigma institusi Kejaksaan yang semakin dinamis dan progresif. Di bawah arahan terpusat dari pimpinan Kejati Sulut, setiap elemen di tingkat daerah didorong untuk tidak sekadar mengejar target yudisial, melainkan turut membangun ekosistem inklusif dan memelihara marwah institusi demi kemanfaatan holistik bagi masyarakat luas