Makassar (30/05) – Di tengah padatnya agenda kunjungan di Kota Makassar, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, H. Ferry Taslim, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo yang juga selaku Dewan Komite Etik & Pengawasan IKASMIN-SS, menyempatkan diri mengunjungi kediaman Presidium IKASMIN-SS, Sauki Mangkuto Sutan, untuk melihat secara langsung kondisi kesehatannya yang tengah menjalani masa pemulihan pasca operasi.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan sarat nilai kekeluargaan. Di tengah proses pemulihan yang sedang dijalani, kehadiran sahabat, kerabat, dan sesama dunsanak menjadi energi moral yang menghadirkan semangat baru serta menguatkan harapan akan kesembuhan yang paripurna.
Turut hadir mendampingi dalam kunjungan tersebut Sekretaris Jenderal IKASMIN-SS, Isnaini Al Ihsan, S.H., Dt. Mangkuto Alam, Bendahara IKASMIN-SS, Hendri Sutan Pado, serta Dewan Komite Kesejahteraan Anggota IKASMIN-SS, Buya Syamsuardi.
Pertemuan yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu menjadi cerminan kuatnya ikatan persaudaraan yang selama ini tumbuh dan terpelihara di lingkungan keluarga besar IKASMIN-SS. Tidak sekadar menjenguk, kehadiran rombongan tersebut juga membawa doa, perhatian, dan dukungan moril bagi Sauki Mangkuto Sutan agar segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala.
Dalam suasana penuh kehangatan, perbincangan mengalir ringan diselingi canda dan kenangan yang menghadirkan senyum di tengah masa pemulihan. Kehadiran para sahabat dan kolega seakan menjadi penawar yang mengurangi beban, sekaligus mengingatkan bahwa dalam setiap ujian kehidupan, selalu ada tangan-tangan persaudaraan yang siap menguatkan.
Bagi masyarakat Minangkabau, nilai saciok bak ayam, sadanciang bak basi bukan sekadar petuah adat, melainkan prinsip hidup yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Ketika seorang dunsanak menghadapi ujian, maka dunsanak lainnya hadir memberikan dukungan, menghadirkan semangat, dan memastikan bahwa tidak seorang pun berjalan sendiri menghadapi cobaan.
Kunjungan ini sekaligus menunjukkan bahwa IKASMIN-SS bukan hanya sebuah organisasi yang menaungi warga perantau Minang di Sulawesi Selatan, melainkan sebuah rumah besar tempat tumbuhnya kepedulian, solidaritas, dan rasa senasib sepenanggungan. Nilai-nilai itulah yang terus menjaga kekuatan organisasi dan mempererat hubungan antaranggota dalam berbagai keadaan.
Di tengah derasnya arus kehidupan modern yang sering kali menciptakan jarak antarsesama, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa perhatian yang tulus, doa yang dipanjatkan bersama, dan kehadiran yang penuh keikhlasan adalah bentuk kekuatan sosial yang tak ternilai harganya.
Karena pada akhirnya, ada saat-saat ketika obat terbaik bukan hanya berasal dari dunia medis, melainkan juga dari hangatnya persaudaraan, tulusnya doa, dan hadirnya orang-orang yang peduli. Dan pada hari itu, di kediaman Sauki Mangkuto Sutan, persaudaraan kembali membuktikan dirinya sebagai obat yang menguatkan jiwa dan menumbuhkan harapan.