BALI, Senin 13 April 2026 — Tidak semua perjalanan pengabdian memiliki momentum yang lahir dalam satu tarikan hari. Namun bagi H. Ferry Taslim, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, Senin, 13 April 2026, tercatat sebagai salah satu hari paling monumental dalam lintasan karier dan dedikasinya kepada negara.
Sejak pagi, dalam kapasitasnya sebagai Koordinator I pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (JAMDATUN) Kejaksaan Agung Republik Indonesia, beliau memimpin langsung giat site visit Jaksa Pengacara Negara (JPN) JAMDATUN serta pendalaman materi Legal Opinion (LO) pada PLTU Celukan Bawang, Bali.
Agenda tersebut bukan sekadar kunjungan lapangan biasa. Di balik setiap langkah peninjauan, tersimpan misi besar penguatan legal framework terhadap salah satu objek vital sektor energi nasional. Bersama jajaran JPN, Ferry Tass., Dt. Toembidjo melakukan observasi menyeluruh terhadap aspek operasional, posisi hukum para pihak, mitigasi potensi sengketa, hingga penyempurnaan materi Legal Opinion yang menjadi instrumen penting dalam menjaga kepastian hukum dan keberlanjutan proyek.

Suasana kerja sejak pagi hingga siang berlangsung dengan ritme yang intens, penuh ketelitian, dan sarat nuansa strategis. Setiap pembahasan mencerminkan bagaimana hukum negara harus hadir bukan hanya sebagai benteng terakhir, tetapi sebagai arsitek tata kelola yang modern, preventif, dan solutif.
Di tengah dinamika sektor energi yang menuntut kepastian, peran beliau tampil menonjol dalam memastikan bahwa setiap kebijakan dan langkah korporasi tetap berpijak pada asas prudential legal governance, perlindungan aset negara, serta keberpihakan pada kepentingan publik yang lebih luas.
Namun nilai historis hari itu mencapai puncaknya pada sore hari, masih di tanggal yang sama.
Di sela-sela rangkaian agenda kedinasan yang baru saja dituntaskan, terbit Surat Keputusan resmi yang menetapkan Ferry Tass sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Wakajati Sulut). Kabar tersebut menyelimuti hari yang sejak pagi telah penuh makna menjadi semakin monumental.
Dalam satu hari, beliau menuntaskan amanah strategis negara di Bali, lalu pada sore harinya menerima mandat baru yang lebih besar untuk memperkuat institusi Kejaksaan di Bumi Nyiur Melambai.
Momen ini seolah menjadi simbol bahwa kepercayaan besar negara selalu lahir dari kerja yang senyap, presisi, dan penuh integritas. Dari ruang-ruang pendalaman Legal Opinion hingga lahirnya SK promosi jabatan, semuanya berpadu menjadi satu narasi tentang dedikasi yang mencapai titik kulminasi.
Pengangkatan Ferry Tass., Dt. Toembidjo sebagai Wakajati Sulawesi Utara dipandang sebagai bentuk apresiasi institusional atas rekam jejak panjangnya dalam pengamanan kebijakan pemerintah, penanganan persoalan hukum negara, serta kepemimpinan yang matang dalam isu-isu strategis nasional.
Bali pada hari itu menjadi lebih dari sekadar lokasi tugas. Ia menjadi saksi sebuah transisi pengabdian: dari pengawalan hukum proyek energi nasional menuju babak baru kepemimpinan di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.
Satu hari, dua amanah besar. Sebuah kisah pengabdian yang tidak hanya layak dikenang, tetapi juga menjadi inspirasi tentang bagaimana profesionalisme, ketelitian, dan loyalitas kepada negara bermuara pada kepercayaan yang lebih tinggi.