BITUNG (13/09) — Ajang kompetisi olahraga bela diri tingkat daerah, Kejuaraan Terbuka Karate “Kajati Sulut Cup Ke-V Tahun 2026”, akhirnya mencapai puncaknya. Perhelatan bergengsi yang mewadahi ratusan atlet muda ini secara resmi ditutup oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, di GOR Dua Saudara Manembo-Nembo, Kota Bitung pada Minggu (13/9/2026).

Seremoni penutupan yang berlangsung khidmat di panggung utama ini dihadiri oleh jajaran tamu kehormatan, termasuk Wakil Ketua Pengurus Besar Karate Gojukai sekaligus Dewan Guru Nasional, Prof. Dr. Musakkir, S.H., M.H.. Tampak hadir dari unsur kejaksaan dan pengurus olahraga antara lain para Asisten dan Kabag TU Kejati Sulut, para Kepala Kejaksaan Negeri se-Wilayah Kejati Sulut, serta Ketua Dewan Guru Daerah Gojukai Komda Sulut, Josis Ngantung.

Dukungan penuh dari unsur pemerintah daerah dan penegak hukum setempat juga terlihat dengan hadirnya Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E. beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Jajaran Forkopimda yang turut mengawal jalannya acara di antaranya Sekretaris Daerah Kota Bitung Ir. Ign. Rudy Theno, S.T., M.T., Wakil Ketua DPRD Kota Bitung, Kapolres Bitung Ronal Kansil, S.H., Komandan Kodim 1310 Bitung, serta Ketua Pengadilan Negeri Bitung.

Rangkaian kegiatan penutupan diawali dengan penanaman nilai nasionalisme melalui lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars FORKI. Setelah penyampaian laporan pertanggungjawaban oleh Ketua Umum Panitia serta sambutan apresiatif dari Wali Kota Bitung, prosesi beralih pada momen puncak acara.
Dalam kapasitasnya sebagai Plt. Kajati Sulut sekaligus ex officio Ketua Umum Gojukai Indonesia Pengda Sulawesi Utara, Dr. Ferrytass., Dt. Toembidjo memberikan arahan penutup yang sarat akan makna filosofis dan motivasi bagi para atlet.
“Esensi sejati dari karate bukan sekadar membawa pulang piala, melainkan bagaimana setiap pertandingan dapat membentuk karakter, disiplin, keberanian, sportivitas, dan semangat pantang menyerah. Bagi yang belum berhasil menang, ketahuilah bahwa hari ini kalian tidak kalah. Kalian hanya sedang mendapatkan pelajaran berharga untuk kembali dengan lebih kuat,” pesannya di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, beliau juga menaruh komitmen besar terhadap ekosistem pembinaan prestasi.
“Saya berharap ke depan akan semakin banyak event-event seperti ini yang dapat diselenggarakan secara berkelanjutan, sehingga menjadi wadah bagi para atlet untuk mengembangkan kemampuan,” tambah Dr. Ferrytass sebelum memukul gong tanda resmi penutupan kompetisi.

Sebagai bentuk apresiasi atas tingginya daya saing para atlet, panitia melangsungkan penyerahan penghargaan berupa piala, tropi, serta dana pembinaan. Penghargaan prestisius diberikan kepada para peraih gelar Best of The Best untuk kategori Kumite Kadet maupun Junior.

Apresiasi tertinggi kemudian diserahkan kepada para juara utama, berpuncak pada penobatan Juara Umum yang berhak memboyong Tropi Bergilir Kajati Sulut dan Tropi Tetap Wali Kota Bitung. Rangkaian perhelatan ini akhirnya diparipurnakan dengan perayaan kemenangan yang penuh keakraban dari para kontingen, menandai kesuksesan besar penyelenggaraan kompetisi tahun ini.
