BOLAANG MONGONDOW UTARA (07/07) — Ketika tirai senja perlahan turun menyelimuti ufuk utara, rangkaian lawatan dinas maraton Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, H. Ferry Tass., S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, bermuara pada sebuah simfoni keakraban. Menutup lembaran agenda yang sarat akan dedikasi kerja, malam ini, Selasa (7/7/2026), menjelma menjadi panggung perjamuan agung (Gala Dinner) yang memadukan kehangatan silaturahmi dengan pendar pesona pesisir Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Di bawah temaram cahaya estetik sebuah kafe ternama yang bersemayam di kawasan eksotis Pantai Batu Pinagut, sekat-sekat birokrasi meluruh dalam balutan tawa dan perbincangan elok.

Ruang elegan tersebut menjadi saksi bisu berkumpulnya para pemangku kebijakan, merajut harmoni kebersamaan sembari menanti dentang waktu sepak mula (kick-off) duel epik antara raksasa Amerika Latin, Argentina, melawan ketangguhan armada Mesir dari benua Afrika.
Konstelasi pimpinan daerah hadir dalam formasi purna, memancarkan takzim dan penghormatan yang tak bertepi. Membersamai sang Wakajati dalam malam penuh keakraban itu, pilar-pilar utama Bolmut tampak solid: Bupati Dr. Sirajudin Lasena, SE, M.Ec.Dev., Wakil Bupati Mohamad Aditya Pontoh, S.IP., Wakil Ketua II DPRD Bolmut Saiful Ambarak, S.Pd.I dari Partai Golongan Karya, hingga Sekretaris Daerah (Sekda) dr. Jusnan C. Mokoginta, MARS. Kehadiran para pimpinan ini kian disempurnakan oleh barisan Kepala Dinas, Kepala Kejaksaan Negeri Bolmut Agus Trihartono, S.H., M.H., dan pucuk pimpinan Organisasi Perangkat Daerah yang hadir menyemarakkan malam.

Dalam perjamuan eksklusif tersebut, Ferrytass., Dt. Toembidjo didampingi secara paripurna oleh pilar-pilar penyokong dari Korps Adhyaksa. Tampak melekat mengawal setiap denyut nadi kegiatan, Koordinator pada Kejati Sulut, Indra Aprio Handry Saragih, S.H., M.H.Li., serta Alkaf, S.H., M.H., yang hadir menorehkan jejak representasi Asisten Intelijen Kejati Sulut.
Menariknya, di balik wibawa kenegaraan yang melekat pada paras para pejabat, tersingkap sisi humanis yang mencairkan suasana. Ruang kafe malam itu diwarnai kelakar dan “perang urat saraf” bernuansa persahabatan terkait kefanatikan mereka terhadap tim nasional jagoan masing-masing.
Tercipta sebuah polarisasi selera yang mengundang gelak tawa: Wakajati Sulut H. Ferry Tass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo dan Wabup Mohamad Aditya Pontoh tampak berada dalam satu perahu keyakinan, menjagokan La Albiceleste Argentina yang tengah berlaga. Di sudut lain, Wakil Ketua DPRD justru tampil sebagai penantang dengan mengibarkan asa untuk sang lawan malam itu, The Pharaoh Mesir.
Tak kalah semarak, Bupati Sirajudin Lasena dengan setia memegang teguh panji Three Lions Inggris. Sementara itu, harmoni selera tercipta antara Sekda Jusnan C. Mokoginta dan Kajari Bolmut Agus Trihartono yang sehati mengunggulkan elegansi Les Bleus Perancis.
Koordinator Kejati, Indra Aprio Handry Saragih, memecah arus utama dengan menjagokan ketangguhan bangsa Viking, Norwegia. Bahkan, dalam kelakar yang menghangatkan malam, nama Kajati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy turut disematkan sebagai loyalis sejati Der Panzer Jerman, meski segenap hadirin harus tersenyum simpul dan legawa mengingat armada tersebut telah lebih dulu gugur dari medan turnamen.

Gempita penantian laga dan canda tawa lintas instansi itu menjadi latar yang sempurna bagi Wakajati Sulut untuk meluapkan rona kekagumannya. Di tengah riuh rendah perbincangan, Ferrytass., Dt. Toembidjo menumpahkan sanjungan puitis atas dedikasi dan hospitality (keramahtamahan) tiada tara yang disuguhkan oleh seluruh elemen pimpinan Bolmut.
“Malam ini, di tapal batas yang memendam keindahan ini, untaian kata rasanya tak cukup untuk melukiskan apresiasi batin saya. Kepada Saudara Bupati, Wakil Bupati, Pimpinan DPRD, rekan-rekan Forkopimda, serta seluruh jajaran pimpinan OPD Bolmut, saya haturkan rasa hormat yang setinggi-tingginya. Energi, dedikasi, dan ketulusan penerimaan yang bapak-ibu rajut tanpa kenal lelah dari terbitnya mentari pagi, melintasi teriknya siang, teduhnya sore, hingga larutnya malam di Batu Pinagut ini, adalah sebuah mahakarya keramahtamahan yang luar biasa dan akan terukir abadi dalam sanubari kami,” ungkap Ferrytass dengan nada suara yang bergetar penuh takjub.
Lebih dari sekadar untaian seremonial, sang Wakajati memaknai pertemuan tanpa sekat malam itu sebagai fondasi kultural yang esensial dalam membangun sinergitas.
“Gala dinner dan gelora nobar yang kita nikmati malam ini bukanlah sekadar hiburan di penghujung hari, melainkan sebuah orkestrasi kekeluargaan yang hakiki. Saat sekat-sekat formalitas ditanggalkan dan digantikan dengan canda tawa membela tim kesayangan, yang tersisa adalah ketulusan untuk saling merangkul visi. Sinergi yang dibangun di atas fondasi persaudaraan inilah yang kelak akan memuluskan setiap langkah kita dalam mengakselerasi kemajuan masyarakat di bumi Bolaang Mongondow Utara,” imbuhnya memukau seluruh hadirin.
Detak jarum jam kian merayap ke peraduan malam, beriringan dengan sorak-sorai yang menggema dari layar kaca menyambut atraksi lapangan hijau. Di sudut kafe bernuansa elegan itu, sebuah epilog manis telah tertulis paripurna. Kunjungan kerja ini tak lagi sekadar rutinitas mengawal regulasi negara, melainkan telah bertransformasi menjadi kanvas tempat melukis indahnya persahabatan, meneguhkan komitmen, dan menenun asa bersama demi kejayaan peradaban di ujung utara Sulawesi.