Makassar (30/05) – Memanfaatkan momentum hari libur di Kota Makassar, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, H. Ferry Taslim, S.H., M Hum., M.Si., Dt. Toembidjo melaksanakan kunjungan silaturahmi ke rumah dinas Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Sila H. Pulungan, S.H., M.Hum dalam suasana penuh kehangatan dan persaudaraan.
Pertemuan tersebut menjadi lebih bermakna karena selain sama-sama mengemban amanah sebagai pimpinan di lingkungan Korps Adhyaksa, keduanya juga memiliki ikatan emosional sebagai bagian dari keluarga besar alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA). Kesamaan almamater itu menghadirkan kedekatan yang terbangun tidak hanya atas dasar hubungan kedinasan, tetapi juga oleh nilai-nilai intelektual, kebangsaan, dan pengabdian yang telah ditempa sejak masa perkuliahan.
Dalam tradisi KAGAMA, silaturahmi bukan sekadar perjumpaan antarsesama alumni, melainkan ruang untuk memperkuat jejaring pemikiran, mempererat persaudaraan, serta merawat semangat kontribusi bagi bangsa dan negara. Nilai-nilai itulah yang tampak mewarnai suasana pertemuan antara Ferrytass., Dt. Toembidjo dan Dr. Sila yang berlangsung akrab, hangat, dan penuh rasa kekeluargaan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, Imanuel Rudy Pailang, S.H., M.H. Kehadiran beliau semakin memperkaya suasana kebersamaan antar-pimpinan Kejaksaan di wilayah Sulawesi, mencerminkan eratnya hubungan kolegial yang selama ini terjalin dalam bingkai pengabdian kepada institusi dan masyarakat.

Di sela-sela perbincangan yang berlangsung santai namun sarat makna, berbagai isu strategis mengenai penguatan kelembagaan Kejaksaan, pembangunan budaya kerja yang berintegritas, serta tantangan penegakan hukum di era modern menjadi bagian dari diskusi yang mengalir secara natural. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi yang terbangun melalui silaturahmi sering kali menjadi energi positif dalam memperkuat sinergi dan soliditas institusi.
Lebih dari sekadar kunjungan persahabatan, pertemuan ini mencerminkan bertemunya dua simpul penting dalam perjalanan pengabdian Ferrytas., Dt. Toembidjo dan Dr. Sila, yakni KAGAMA sebagai ruang intelektual yang membentuk cara pandang dan karakter kepemimpinan, serta Adhyaksa sebagai medan pengabdian yang mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam tugas dan tanggung jawab kepada bangsa dan negara.
Di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks, silaturahmi semacam ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah institusi tidak hanya ditopang oleh struktur organisasi dan sistem kerja yang kuat, tetapi juga oleh hubungan kemanusiaan yang terjaga, komunikasi yang harmonis, dan persaudaraan yang tulus.
Dari rumah dinas Kajati Sulsel di Kota Makassar, semangat KAGAMA dan jiwa Adhyaksa kembali bertaut dalam satu ruang kebersamaan—menguatkan persaudaraan, mempererat silaturahmi, dan meneguhkan komitmen pengabdian untuk Indonesia.